"Kalau gitu, Om sekarang pulang dulu, ya," ucap Devan sambil menatap Senna ia tersenyum bahagia merasa lebih lega setelah mengungkapkan perasaannya, tentu juga merasa bahagia karena ia bisa melihat senyum Senna sambil tangannya masih menggenggam jemari gadis itu. Senna melirik ke arah Devan, lalu buru-buru mengalihkan pandangan. "Ya udah, hati-hati di jalan ya Om." Senna katakan dengan nada suara yang mulai ceria. Devan sedikit terkejut ini sudah kemajuan besar. Sejak beberapa hari lalu, Senna hari ini mulai merespons lebih baik. Tidak lagi hanya diam atau menggeleng, tapi mulai mau menjawab, meski hanya sepatah dua kata. "Buburnya tadi enak kan?" tanya Devan lagi, mencoba memperpanjang percakapan rasanya sayang jika ia harus pergi lebih cepat. Senna menahan senyum, lalu mengangguk.

