IKATAN BATIN

1115 Kata

“Ibu … Ibu …” pekik Birendra ketika ia memimpikan Ibunya. Hati Birendra terasa begitu sedih mengingat Ibunya yang pasti khawatir dengan kondisinya. Setiap hari ibunya akan menghubungi Birendra untuk sekedar bertukar kabar, tetapi ponselnya kini mati dan di dalam hutan tidak ada sinyal sama sekali. “Ibu …. Bagaimana kabar Ibu? Birendra sangat merindukan Ibu. Birendra ingin sekali pulang dan bertemu dengan Ibu. BIrendra juga kangen dengan masakan Ibu. Birendra kangen Ibu,” isak Birendra sambil ia terus berusaha untuk melepaskan rantai yang menjerat kakinya dengan begitu kuat. Ia tidak tahu bagaimana ceritanya ia bisa terpisah dengan Raden dan saat ia terbangun ia sudah di rantai seperti ini. muak rasanya. “Ahh … Shiit … kenapa ini rantai kuat sekali? Kenapa ini rantai tidak bisa lepas?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN