“Mas, bagaimana kabarnya Mas Candra dan Ibu?” tanya Amita sedikit gugup. ia tidak tahu harus memulai pembicaraan antara dirinya dan keluarganya dari mana, karena ia sudah lama sekali tidak berjumpa dengan keluarganya. “Kabar Mas baik, kabar Ibu juga baik. Kabar kamu sendiri bagaimana Mit?” tanya Candra dengan mata yang berkaca-kaca. Ia tidak menyangka kalau wanita yang sedang duduk dihadapannya adalah adik perempuan yang selama ini pergi begitu lama. “Kabar aku baik Mas. Aku minta maaf ya mas kalau selama ini aku sudah membuat mas dan keluarga kesulitan.” “Mit, udah ya. yang dulu biarkan berlalu. Yang penting sekarang kamu sudah kembali itu sudah cukup untuk kami,” jelas Candra sambil ia memeluk adiknya yang sangat ia rindukan. “Amita, makan dulu yuk Nak,” ajak Nenek sambil ia menahan

