BOGI : Sedikit Luka

1832 Kata

Aku bergidik sendiri. “Enggak. pusing,” gelengku masih memejamkan mata, “aku milih seperti ini saja, lebih bebas.” Terdengar decakan sebal Pahlawan namun dia tidak mengatakan apapun. “Aku mau tidur sebentar.” Lanjutku saat tidak mendengar pergerakan atau perkataan apapun dari si anak Betawi ini. Kring! Kring! Kring! Baru terlelap, aku dikagetkan dengan bunyi dering ponselku. Masih memejamkan mata, aku merogoh saku celana depanku mencari di mana ponselku berada. Tanpa melihat siapa yang menelepon, aku mendekatkan ponsel ke telinga dan menjawab malas. “Halo?” “Sayang, kamu di mana? Sudah lama enggak ketemu. Lupa ya sama aku.” Suara lembut nan manja milik seorang wanita menyapa pendengaranku. “Siapa ya?” “Kamu jahat! aku … Angelicka.” Terdengar nada tidak suka dari suaranya. Angelick

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN