PRISHILLA : Mati Aku

1248 Kata

“Hai, boleh gabung?” Nathan menghampiri meja kami. Tidak perlu menunggu jawaban kami, cowok itu menarik kursi lalu duduk berdampingan denganku. “Aku kebelet.” Sonya berdiri. Membawa piring siomaynya yang masih tersisa separuh. “Aku duluan, ya. Dah.” Lalu Sonya menatapku. “Dah, Prishilla.” Kemudian Sonya berlari pergi tanpa menunggu jawabanku. Dia masih saja benci kepada Nathan. “Teman kamu kenapa sih, Prishill?” Aku mengangkat bahu sebagai jawabannya. Aku selalu gugup jika berhadapan dengan Nathan. Berdebar-debar di d**a yang tidak tahu kenapa sebabnya. “Kamu kemarin pulang duluan, ya? ‘Kan kita sudah janji pulang bareng. Kamu lupa?” Aku meringis. Aku tidak lupa. Aku ingat, tetapi aku malu. “Aku ‘kan sudah sms Kak Nathan. Memangnya Kakak enggak baca?” Nathan tersenyum. “Sakit peru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN