Bagian 89

1317 Kata

Sepertinya ucapan Nadira semalam sangat berdampak untuk ibunya. Wanita tersebut tak bisa tidur dan terus membuka mata sampai matahari terbit. Hingga akhirnya, kegelisahan semalam, membawa dirinya mendatangi tempat ini. Tempat yang sudah lama tak pernah ia kunjungi. Meski harus turun harga diri, tapi sepertinya ibu dari Nadira ini sudah tak peduli. “Emmm, Bu Widya sedang beristirahat. Sudah buat janji?” tanya seorang asisten yang bekerja di rumah tersebut. “Aku ... aku adalah besan. Ibunya Nadira! Tolong ...! Ini ... sangat penting! Aku ... memang belum membuat janji. Tapi ... tapi ... pertemuan ini sungguh penting!” Ibu dari Nadira berusaha untuk meyakinkan asisten tersebut. Walaupun dia agak gagap saat bicara. Karena merasa tak enak, sang asisten pun meminta waktu dan mempersilakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN