Nadira kembali datang ke apartemennya. Dia membuka pintu dan datang mengendap-endap. Tak ada yang berubah dengan suasana rumah, itu artinya Rangga tak melakukan apa-apa alias masih tidur sejak tadi. Dengan pelan, Nadira menyimpan sandalnya, melepas jaketnya juga, lalu membuka pintu kamar. “Dia masih tidur kayaknya,” gumam Nadira yang melihat ada seseorang berbaring di atas ranjangnya. Dia mendudukkan tubuh di tepi ranjang. Berbaring, lalu menyelimuti dirinya langsung seakan tak terjadi apa-apa. “Fuuuuuuuh, untung saja,” lirihnya. Kemudian Nadira berbalik, dia tak dapat melihat wajah Rangga di sampingnya. “Kenapa dia menutup seluruh tubuh menggunakan selimut?” tanya Nadira dalam hati. Tapi dia tak peduli, Nadira pun bersiap untuk kembali tidur. Namun ... ada yang aneh dengan s

