Bagian107

1086 Kata

Rasanya untuk saat ini, Rangga tak punya jalan lain untuk bicara secara baik-baik dengan Nadira. Seakan ada sesuatu yang tiba-tiba mengguncang mental perempuan itu, sehingga dia menutup diri dari semua orang. Rangga keluar dari area gedung rumah sakit meninggalkan Nadira dengan perasaan marah. Tapi ia tak mampu untuk meluapkan semua kekesalan itu. Pria tersebut masih diliputi kesadaran, jika saat ini kondisi mental Nadira sedang labil. Sehingga ia hanya perlu tarik napas dan menenangkan diri keluar sambil berdiri menatap langit. Jika ia terus berada di sana, bisa jadi Rangga akan semakin merasa jengah dan tak bisa mengontrol emosinya. “Kau baik-baik saja?” Seseorang datang menepuk pundak Rangga dari belakang. Pria tersebut menoleh dan tampak seseorang dokter sedang menyapanya. “K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN