"Papi," "Hmm... Kenapa sayang?" Barra melirik Maurin dari kaca spion. "Gak jadi deh," jawab Maurin. Barra hanya mengangguk. Berdeda dengan Barra, Amanda justru berbalik menatap Maurin. "Maurin mau bilang sesuatu sama papi, ini pake ponsel tante." Maurin melirik ponsel Amanda yang terulur di hadapannya. "Kalau kamu gak mau tante tau, kamu tulis aja disini, nanti biar di baca sama papi," jelas Amanda. Maurin menggeleng pelan, dia merasa tidak enak hati dengan Amanda. "Bukan gitu tante." "Maurin cuma mau bilang sama papi, kalau selama papi pergi, oma..." Maurin kembali menuntup mulut, dia menatap Amanda. Wanita itu seolah mengisyaratkan untuk tidak mengatakan apapun pada Barra. "Oma kenapa?" Tanya Barra. "Oma---" "Nah udah sampai, masuk gih. Maurin belajar yang bener ya. Biar jadi

