08. Hari yang berat

1063 Kata

"Maurin gak suka ya diajak pergi sama tante?" Tanya Manda, memecah keheningan yang tercipta sejak mereka berangkat hingga sampai di lobby hotel. "Biasa aja," jawab Maurin seadanya. Amanda tersenyum tipis, dan kembali diam, tidak berniat melanjutkan pertanyaannya. "Kayaknya ini deh kamarnya," ucap Manda menatap nomor kamar hotel. Dia menekan bel yang ada di samping pintu, bebarapa saat kemudian seorang laki-laki remaja membukakannya disambut dengan senyuman hangat. "Aku kita mbak Manda gak jadi dateng." "Gimana aku bisa gak dateng, mbak masih kangen sama kalian." Dito mengangguk, "Yaudah, masuk mbak." "Ayo sayang kita masuk," ajak Manda kepada Maurin. Anak itu menurut saja, dia mengikuti langkah Amanda. Kemudian menjabat tangan perempuan paruh baya yang menatapnya dengan binar teran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN