________ Barra berdeham, sudah 15 menit dia duduk berhadapan dengan Dewi namun belum ada pembicaraan diantara ke duanya. "Maafkan mama, Barra," Barra menatap mamanya sekilas, kemudian membuang muka ke arah lain. Memperhatikan Amanda dan Maurin yang menunggu tak jauh dari tempatnya duduk. "Mama tau, kamu pasti marah sekali. Mama minta maaf," ucap Dewi sekali lagi. Wanita itu tidak henti mengucapkan kata maaf, wajahnya terlihat sayu. Mata itu sudah berkaca. Dewi tampak menghela nafas pelan. "Tolong, dengerkan mama dulu Barra. Setelah itu, terserah kamu. Mama siap jika kamu akan tetap membenci mama. Tapi tolong, dengarkan mama dulu," "10 menit, Barra harus kembali ke Jakarta." Dewi tersenyum mendengar ucapan Barra. Ingatannya kembali pada 20 tahun yang lalu. "Kamu pasti tau, jika nen

