_________ Dewi mengejar langkah Barra dengan isak tangis yang semakin deras. "Barra, dengarkan mama dulu nak," Dewi berusaha mengetuk kaca mobil Barra, berharap Barra mau berhenti sebentar saja untuk mendengarkan penjelasannya. "Barra..." Dewi tersungkur di jalanan saat Barra mulai tanjap gas. "Maafkan mama, Barra." Amanda menatap mobil yang di tumpangi Barra semakin menjauh, tadi dia sengaja mengikuti langkah Barra yang tergesa. Dia tidak menyangka jika Barra akan pergi begitu saja. Perhatian Amanda teralihkan pada Dewi yang masih terduduk di jalan. "Bu..." Dewi yang melihat Amanda berjalan mendekatinya dengan segera menghapus air matanya. "Maaf nyonya, maafkan saya," ucap Dewi berkali-kali. "Bangun bu, jangan seperti ini," bujuk Amanda, dia menuntun Dewi untuk duduk di taman rum

