Chapter 9

2494 Kata

Ingatan akan mimpi itu membuat Erzan jadi tidak fokus pada keadaan sekitar.             Cowok itu jadi lebih banyak diam dan melamun, dan Sofia bisa melihatnya dengan sangat jelas. Terlalu gamblang. Erzan bahkan tidak ada niat untuk menyembunyikan hal tersebut dari pandangan Sofia, juga teman-temannya yang lain.             Seperti saat ini, ketika cowok itu dan Sofia sedang berada di salah satu rumah makan cepat saji ternama, di sebuah mall dekat kampus mereka, karena Sofia berkata dia ingin sekali menyantap waffle ice cream. Ketika Sofia sedang asyik menyantap makanannya tersebut, dia melirik Erzan dan mendapati pacarnya tersebut lagi-lagi sedang melamun.             “Zan? Erzan?” panggil Sofia pelan. Tidak ada reaksi, Sofia menarik napas panjang dan menyentuh lengan Erzan.          

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN