“Dia cemburu.” Lexna berbisik di telinga Redhiza. “Mm-hm! Dia cemburu.” Redhiza mengangguk mantap sambil bersedekap dan memejamkan kedua mata. Sementara itu, entah sejak kapan, Kio sudah berada di samping Redhiza sambil menarik napas panjang dan berkacak pinggang. “Dia cemburu.” Cowok itu mengikuti ucapan Redhiza dan Lexna. Ketiganya saling tatap dan menarik napas bersamaan sambil menggeleng. Ingin tertawa karena sikap cemburu Erzan yang dinilai sangat lucu dan menggemaskan, tapi takut dibacok cowok itu yang saat ini sedang berada dalam level awas. “Diem lo semua!” seru Erzan keki. Harusnya apa yang dilakukan oleh Redhiza, Lexna dan si b******k Kio itu adalah berbisik, tapi, apa coba gunanya berbisik kalau dia sendiri bisa mendengar suara dan kalimat

