CHAPTER 7. KEPERCAYAAN CINTA MASING-MASING
“Yuk kita makan dulu, katanya mau suapin aku?” Cicitku.
“Iya, sini, aku suapin ya,” katanya.
“Kamu mau aku suapin juga?” Cicitku menawarkan.
“Mau banget, sama suamiku masa gak mau disuapin?” tanyanya.
“Suami apa sih Diana, aku bukan suamimu, tapi kekasih gelapmu saja,” Cicitku.
“Kalau pacar kan gak b******a sayangku…aku tadi seperti berasa malam pertama kita,” katanya.
“Hmm, berabe deh kalau ketauan nanti,” Cicitku.
“Gak sayang, aku janji gak akan mengecewakanmu,” katanya.
“Ya, semoga kamu masih ingat dengan janjimu itu,’ Cicitku.
Kemudian setelah makan selesai, kita pulang dan aku mengantarkan kembali Diana ke tempat aku jemput tadi dan dia melanjutkan naik OJOL ke rumahnya.
Aku begitu sampai rumah langsung telpon Risa,
“Halo Risa, lagi apa sayangku?” Cicitku.
“Halo suamiku tercinta, kamu sudah pulang?Kok malem banget sih sayang?” tanyanya.
“Iya, nih, tadi macet di jalan, sampe pegel injek koplingnya,” Cicitku.
“Loh emang mobilmu gak matic mas?” tanyanya.
“Gak sayang, aku gak suka pakai mobil matic,”Cicitku.
“Oh gitu, loh emang mobilmu apa sayang?” Cicitku.
“Ya, jenis mobil SUV saja sayang,” Cicitku.
“Ya, sudah kalau gitu, kamu sudah mandi belum?” tanyanya.
“Belum sayang baru saja sampe, masuk kamar terus telpon kamu. Udaranya panas, mau ngadem dulu di kamar pakai AC,” Cicitku.
“Ya, abis ini mandi ya. Mau aku mandi gak?” tanyanya menggodaku.
“Ya, nanti ya di ciwidey kamu mandiin aku?awas kalau nggak, nanti aku tinggal disana loh,” Cicitku.
“Ih, ancem ajah bisanya, Iya aku mandiin kamu plus plus nanti,” katanya.
“Memang, mau plus plus apa?” tanyaku menggoda.
“Ah, kamu kayak gak tau ajah sih, pokoknya kamu puas dan aku puas,” katanya sambil nada suaranya seperti lagi deg-deg an ajah.
“Hhhmm, puas apa sayang?” tanyaku lagi.
“Puas apa yah sayang? Menurutmu puasa apa?” tanyanya balik.
“Puas b******a maksudmu?hehehehe…emang kamu kuat melawan aku? Kalau aku bercintanya dua jam emang kamu kuat?” Cicitku.
“Hmmm, emang sekuat dan selama itu Fernando? Wah aku waanita paing beruntung dong,” katanya.
“Kok, Paling beruntung? Emang kenapa alasannya?” tanyaku.
“Soalnya katanya teman-temanku kebanyakan Lelaki atau suaminya mereka pada gak kuat palingan ada yang kuat cuma sebentar. Kalau kamu kuat 2 jam wah aku beruntung sekali, terpuaskan lahir dan batinku, dan aku melarang kamu untuk berhubungan dengan wanita manapun karena kamu milikku seorang saja,” katanya menegaskan.
“Aneh ya sayang, kok perempuan sekarang kebanyakan haus s**s ya? Pacarku di jawa juga dulu waktu setelah aku jadian sama dia, kita setiap ketemu pasti b******a, apakah sekarang para wanita jaman sekarang haus akan s**s ya sayang?” Cicitku bingung.
“Memang gak boleh wanita puas? kan bukan jaman dulu lagi kalau perempuan itu hanya sebagai bahan atau objek kepuasan para suaminya. Kita juga butuh kepuasan sayang,” katanya lagi.
“Beneran nih, kamu gak menyesal kalau kamu gak nikah sama aku terus kamu menikah dengan laki-laki lain ternyata kamu gak suci lagi bagaimana?Apakah mereka mau menerima?” tanyaku padanya.
“Ya, sekarang aku tanya sama kamu ajah, kalau pacarmu itu gak suci lagi apakah kamu terima?” tanyanya padaku.
“Terima saja, kan aku juga Sudah pernah melakukan itu dengan pacar-pacarku dulu, jadi kalau aku punya pacar terus dia jadi istriku pastinya aku sudah terima saja. Karena menurutku kesucian sekarang bukan barang mahal, gak usah bayar sayang asal mereka mau pacaran dengan kita. Walaupun tidak semua wanit seperti ttu,” Cicitku.
“Wah jadi kaget aku sayang, kamu ternyata sering nidurin wanita juga yah?” tanyanya.
“Ya, beberapa pacarku saja sih, dan ada juga yang bukan pacarku tapi dia suka sama aku, tapi ada ajah yang ngajakin b******a dan akhirnya aku ya senang ajah. Rata-rata mereka semua minta lagi dan lagi untuk b******a denganku,” jelasku.
“Kenapa, kamu bilang kayak gitu ke aku? Kamu sudah gak mau lagi pacaran lagi sama aku?” tanyaku.
“Sayang, aku ini sayang sama kamu karena itu aku gak peduli dengan masa lalumu, yang penting kamu punyaku dan gak boleh ada yang memilikinya lagi!!” katanya jutek.
“Kamu sekarang aja sudah merampas milik orang lain?” tanyaku.
“Hhm, iya yah…Ya aku akan berbagi dengan pacarmu yang di jawa untuk sementara ini, sampai kamu menikahiku,” katanya serius.
“Kalau aku menikahi dia gimana? Apa kamu mau menjadi maduku atau kamu mau menjadi kekasih gelapku selamanya?” tanyaku.
“Wah, seru nih petanyaanmu, Ini aku harus terbuka sama kamu ya, aku siap menjadi apapun kamu mau kalau kamu menikah dengan siapapun,” katanya.
“Siapapun, bener?” tanyaku lagi.
“Eh, bukan maksudku sama pacarmu yang di jawa saja, aku siap menjadi yang kedua, menjadi kekasih gelapmu, istri simpananmu, apapun itu. Asal kamu menjadi milikku juga, baik lahiriah maupun hatimu," kata dia menegaskan.
“Hm, ya sudah sayang aku mandi dulu ya, tapi terima kasih atas keterbukaan kamu tadi, aku sangat menghargai semua keputusanmu. Love You sayang…muuaahhh,” Cicitku.
“Love you too suamiku…muaaaahh,” katanya lagi.
Besok paginya aku ke kantor kemabali, jalan macet sekali tapi untungnya gak terlambat datang ke kantor. Begitu abis absen, kulihat Risa sedang membereskan meja nya dan menyalakan komputernya. Kulihat juga ke meja Diana dia sedang merapihkan meja nya juga karena memang di kantorku taka da office boy ataupun office girl karena mereka percaya kalau karyawan nya saling menjaga dan bisa menjaga asset nya masing-masing.
“Hm..,” Cicitku disamping Diana yang sedang duduk dan membuka tasnya, dan dia melirik ke aku dan tersenyum manis sekali. ‘ Aduh manis nih Diana, deg-deg an aku, jadi pengen tidur lagi sama dia ‘ batinku. Kemudian aku lewat lagi ke meja Risa, dia melihatku dan senyum juga, senyum manis dan menawan…hadeuuh semua wanitaku ini menggiiurkan….
Aku keatas ke mejaku, dan karena Sudah aku bereskan sebelum pulang hari sabtu lalu jadi langsung saja menghidupkan computer. Tak lama kemudian, Diana datang ke mejaku,
“Mas, ini aku bawakan roti buat sarapanmu,” katanya dan langsung pergi tidak menungguku mengucapkan terima kasih karena takut ketahuan. Roti dalam kantung plastik, yang ternyata isinya banyak, ada 6 potong roti isi.
‘Hmm, enak juga ya kalau punya pacar perhatian’ batinku.
Aku kemudian ke dapur untuk membuat kopi seduh dan sekalian mengambil air putih di gelas besar. Kubawa kopi dan sekaligus sambil sarapan dan merokok di ruanganku, kebetulan memang bebas merokok diruangan kantor itu, semua ruangan bos-bos besar merokok semua dan ruangan gedung di kantor itu punya exos fan besar.
Kulihat Hp ku dan kucek ada chat dari Diana,” Mas sarapan ya, maaf aku hanya bawa roti, besok kubawakan terus sarapan buat kamu ya sayang, love you much, selamat bekerja,” chat nya.
“Ya, sayang, makasih ya rotinya, gak usah repot-repot ah, moso tiap pagi bawa sarapan buatku, nanti kalau ketauan sama teman-teman gimana?” balesku.
“Gak papa suamiku, aku pasti bawakan sarapan buat kamu,” balesnya
“Ya, sudah tapi jangan dipaksakan ya, sayang,” balesku.
“Iya, mas, aku sayang kamu, eh tau gak? aku kangen kamu,” balesnya.
“Iya, sayang, ya sudah aku kerja dulu ya,” balesku.
Gak ada balesan chat lagi dari Diana. Baru mau naroh HP di meja ada chat masuk dari Risa,” Sayang Sudah sarapan belum?Sarapan diluar yuk?” katanya.
“Gak ah nanti temen-temen curiga lagi,” balesku.
“Gak papa, kan banyak yang kesana juga sayang,” balesnya.
“Aku sudah ada roti dan in sambil ngopi dan merokok di ruangan,” balesku.
“Ya, Sudah, nanti siang kita makan siang bareng ya sama Diana,” balesnya.
“Ya, sayang,” balesku.
Aku akhirnya mengerjakan kembali kerjaan yang belum kelar dan menuju gudang untuk urusan dengan kepala Gudang.
***
Pesona Sang "DONJUAN" Manager
by. SKI