"Mr. Gorgeous…," panggil Varlotta dengan lembut. Ia menyelipkan juga nada seksi di dalam suaranya. "Ada apa, Sayang?" “Mr. Gorgeous, kenapa keringatmu terus bertambah banyak? Aku rasa pendingin ruangan di apartemenku ini sudah aku maksimalkan. Aku sendiri tidak merasa panas. Berbeda denganmu.” Varlotta berupaya menahan tawanya supaya tidak terluncur. Ekspresi tetap berusaha juga untuk dibuat seserius mungkin. Walau, tak cukup yakin jika sorot matanya bisa diajak bersahabat. Sebab, pancaran menggoda cukup tampak dengan jelas sejak tadi. "Aku berkeringat bukan karena cuaca yang panas atau pendingin ruangan kurang bagus. Tidak semua itu menyebabnya. Tapi, hal lain, Little Princess." Varlotta tidak ingin memindahkan barang satu detik pun pandangannya dari Geonado. Pria itu semakin menggod

