"Amanda Bangun sayang.."
Terdengar samar-samar suara yang dikenal Amanda.
Amanda membuka matanya perlahan, Sedikit buram di pelupuk mata.
"Ya..Tuhan di mana ini?" Tanya Manda dalam hati.
Terasa elusan tangan di lengannya.
"Hai sayang..Apa kamu merasa baik??" Tanya Steve pada Manda.
" Pak Steve dimana ini?"Tanya Manda bingung.
"Kamu di rumah sakit, Pemilik Kost menghubungiku kemarin. Katanya kamu ditemukan pingsan dan penuh luka" Jawab Strve sedih
Manda meraba perutnya, Terasa sakit di perut bagian bawah.
"Ah..Bagaimana Bayiku?" Tanya Manda panik.
"Maaf Manda.." Ucap Steve tersekat seperti enggan berucap.
"Ti..dak..Mungkin..Apa Pak Steve membunuhnya?" Tanya Manda wajah marah dan air mata yang terus menetes.
"Tidak..Tidak mungkin sayang..Aku menyayanginya.." Jawab Steve cepat.
"Bayiku.." Manda sangat terpukul kehilangan Bayinya dan terus menangis.
"Aku rela tidak dinikahi Pak Steve tapi jangan ambil Bayi ini dariku" Ucap Manda menangis.
"Apa Maksudmu?Aku tidak mungkin melukaimu dan Bayi kita" Steve bingung.
"Siapa yang tega melakukan ini padaku Pak Steve?" Tanya Manda.
"Aku berjanji akan menemukan siapa yang menganiyamu Manda dan dia akan membayar nyawa dengan nyawa"Jawab Steve.
Tiga hari kemudian...
Hari ini manda di ijinkan pulang dari Rumah sakit, Selama di Rumah sakit Steve yang menjaganya.
Orangtua Manda pun tidak tahu Manda di Aniaya Oleh orang lain dan keguguran.
Benturan keras di Perut membuat Janin tidak bertahan dan harus menjalani operasi.
Steve bekerja sama dengan Polisi mencari siapa dalang dibalik Penganiyaan ini.
Manda sudah tidak aman tinggal di rumah kostnya.
"Mau kemana kita?" Tanya Manda.
"Kamu sudah tidak aman tinggal sendiri, Aku ingin kamu tinggal di rumahku" jawab Steve sambil terus fokus kegiatanya menyetir mobil.
"Apa..Rumah Pak Steve?" Tanya Manda.
"Ya..Aku ingin Kamu tinggal dirumahku dan menjadi istriku" jawab Steve.
"Bagaimana dengan Bu Ira?" tanya Manda.
"Aku akan membatalkan rencana pernikahanku dengannya, Melihat dirimu tak sadarkan diri membuat Aku yakin Aku takut kehilanganmu, Aku mencintaimu" Jawab Steve tersenyum sambil menoleh pada Manda.
Wajah merona Manda tampak dan tidak bisa menutupi malu dan bahagianya Dia saat ini, Daddy Sugar nya akan menjadi Suaminya walaupun Usia terpaut Jauh.
"I Love You MyDaddy Sugar" ucap Manda pelan.
Sekarang mereka sampai di Halaman rumah gaya minimalis nan megah.
Manda tertegun sejenak, Apa benar Dia akan menjadi nyonya dirumah ini.
"Ayo turun Amanda.."Ajak Steve.
Amanda mengangguk pelan.
"Apa kita akan tinggal disini?" Tanya Amanda.
"Ya.."Senyum Steve kepada Amanda
Di Depan pintu rumah sudah Menunggu seorang 3 orang wanita memakai pakaian pelayan dan 3 orang laki-laki memakai pakaian serba hitam.
"Selamat datang tuan Steve" seorang Wanita bertubuh tambun menyapa Steve.
"Hai Narni, Bagaimana kabarmu?" Tanya steve.
"Baik Tuan..Silahkan masuk" Jawab Narni pelayan senior di rumah Steve.
Amanda hanya terdiam Melihat semua pelayan dan Penjaga Tersebut.
Amanda masuk ke dalam Rumah yang sangat indah dengan perabotan tertata rapi, Dia tertegun sejenak melihat Potret menggantung di dinding ruang tamu.
seorang wanita sangat mirip dirinya, Tapi Amanda tahu itu bukan dirinya. Terlihat pakaian dan gaya rambut tahun antara tahun 80-90 an.
Amanda terdiam sejenak tak melanjutkan melangkah.
"Kenapa?" Tanya Steve.
"Apa itu mantan istrimu?" Tanya Amanda tanpa menoleh dan terus menatap potret yang tergantung rapi di dinding.
"Ya" Jawab singkat Steve.
"Apa karena ini Pak Steve mendekatiku?" Tanya Amanda dengan suara bergetar.
"Apa maksudmu?" Tanya steve.
"Apa Aku mirip Almarhum Istri Pak Steve maka Pak Steve menginginkanku?" Tanya Amanda menatap Steve menunggu jawaban.
"Iya..Awalnya" Jawab Steve.
Entah Apa yang dirasakan Amanda kali ini, Sedih menusuk hatinya. Dia ternyata hanya bayangan masa lalu steve.
Cinta tulus Amanda ternyata hanya Dibalas Cinta karena bayangan masa lalu Steve akan Almarhumah Istrinya.
"Awalnya Aku sangat terobsesi denganmu karena Kamu mirip Almarhumah Istriku, Tapi sekarang Aku benar-benar mencintaimu Amanda" Ucap Steve sambil meraih tangan Amanda.
Amanda terdiam dan melanjutkan langkah menuju Sofa warna Abu muda. Tubuhnya terasa lemas mendengar pengakuan Steve. Dia seperti Tertipu dengan keyakinannya sendiri.
"Apa kamu merasa lelah? Istirahatlah" Ucap Steve sambil berjalan ke arah dapur
Amanda hanya diam menyandarkan punggungnya ke Sofa. Hati nya sungguh kecewa ternyata Steve terobsesi karena kemiripan wajahnya dengan mendiang Istrinya. Tapi Amanda terus meyakinkan dirinya kalau Steve mencintainya walau itu sulit.
"Minumlah ini, kamu harus istirahat karena Jahitan bekas operasimu mungkin belum kering. Kita akan tinggal disini sekarang, secepatnya kita akan menikah" Ucap Steve dibalas Senyuman oleh Amanda.
*****
Seminggu sudah Amanda tinggal di Rumah Steve, Dia diperlakukan seperti nyonya rumah walaupun Steve belum resmi suaminya. Amanda terlihat murung semenjak keluar dari Rumah sakit, Hatinya masih bertanya siapa yang melakukan perbuatan jahat ini semua kepadanya.
Saat melamun di dalam kamar Amanda mendengar suara ponselnya.
"Hallo..Amanda bagaimana kabarmu? " Terdengar suara Irvan di sebrang sana.
"Aku baik, Bagaimana kabarmu Irvan?" Manda berbalik tanya.
"Aku tidak bisa menghubungimu beberapa hari yang lalu, Apa terjadi sesuatu?" Tanya Irvan lagi.
"Aku baru pulang dari rumah sakit, Telah terjadi sesuatu dan Aku kehilangan Bayiku" Jawab Manda terdengar sedih.
"Apa..Bagaimana itu terjadi, Maafkan Aku tidak menjengukmu. Aku benar-benar tidak tahu" Irvan dengan nada sedikit menyesal.
"Tidak..Aku baik-baik saja sekarang dan Aku akan menikah" Jawab Amanda.
"Menikah? Dengan siapa? Apa Ayah bayi itu" Tanya Irvan menyelidik.
"Iya..Dia bilang mencintaiku dan ingin menjadikanku menjadi Istri" Jawab Amanda Antusias.
"Baiklah..Undang Aku ke pernikahanmu, Aku turut bahagia.Bye Amanda" Irvan mematikan Sambungan teleponnya.
Amanda merasa Irvan sangat baik padanya, Tapi di satu sisi dia merasa sebagai pengkhianat Karena merebut Steve dari Kakaknya Ira.
*****
Hari ini Steve janji bertemu dengan Ira, Untuk membatalkan pernikahannya.
Mereka Janji makan siang bersama di Restauran dekat Kantor Steve.
"Hai Sayang Apa sudah lama menunggu?" Ira datang dengan menenteng Tas mewahnya dan mencium Pipi Steve yang dari tadi menunggu di Kursi meja yang mereka pesan.
"Aku baru 10 menit datang, Apa kau ingin makan sesuatu?" Tanya Steve.
"Apa kau ingin membicarakan Pernikahan kita Steve, Sungguh Aku Antusias sekali" Ucap Ira sumringah.
"Iya..Aku ingin membicarakan Tentang pernikahan Kita"Jawab Steve.
"Baiklah..Kapan kita akan menikah?" Tanya Ira tersenyum.
"Emm ..Maaf Ira ...Kita tidak bisa melanjutkan Rencana Pernikahan kita" Ucap Steve hati-hati.
"Steve Apa kau bercanda? Itu tidak lucu" Tanya Ira masih menganggap Steve menggodanya.
"Aku serius..Aku harus bertanggungjawab dengan seorang wanita yang dihamili olehku dan sekarang dia keguguran. Aku akan menikahinya" Ucap Steve.
"Steve apa kamu serius?" Tanya Ira dengan Wajah tegang.
"Ya..Wanita yang dulu adikmu bawa ke makan malam dan ternyata sedang hamil . Dia adalah Kekasihku dan dia hamil karena Aku" Jawab Steve tanpa menutupinya lagi.
"Kamu gila Steve, Pria B******k, Kamu mencampakanku setelah Aku mencintaimu dan berharap banyak darimu" Ucap Ira sambil menangis.
"Aku minta maaf Ra..Aku mencintainya, Aku tidak ingin menyesal seumur hidup memilih pendamping yang tidak Aku Cintai" Jawab Steve.
Ira menangis masih tidak percaya dengan Kenyataan Steve memutuskannya dengan tiba-tiba.
semua rencana pernikahan yang sudah dia susun Hancur sudah tanpa tersisa.
Ira meninggalkan Steve tanpa pamit, Steve masih terdiam karena merasa bersalah kepada Ira.
TBC...