Untitled

1046 Kata
PERHATIAAN!!ADA ADEGAN KEKERASAN "Permisi Pak..Bu Ira Menunggu Anda" Suara Panggilan di balik pintu membuat Manda dan Steve kalang kabut. Walaupun mereka akan menikah, Tapi mereka belum siap memberitahu Ira tentang hubungan rumit mereka. "Baik Tunggu" Jawab Steve. Manda duduk di sofa dan Steve di kursi kerjanya. Steve berjalan sambil terus merapihkan Pakaiannya dan membuka pintu Kantornya. "Sayang kamu kok lama buka pintunya?" Tanya Ira manja. "Ada tamu kami ngobrol serius" Jawab Steve bohong. "Siang tante"Sapa Manda tersenyum "Kamu?!" Ira kaget siapa yang meyapanya. "Saya Amanda Tante, saya sedang melamar pekerjaan kepada Pak Steve, Bukan begitu pak Steve?" Manda berbohong. "Ya..Dia melamar pekerjaan padaku" Steve gugup. "Wanita hamil kenapa tidak dirumah saja beristirahat" Ucap Ira sedikit mengejek Manda. "Aku tidak mau menjadi wanita yang mengandalkan Laki-laki dalam kehidupannya, Suamiku Seorang pengusaha kaya raya jadi Aku hanya ingin mengisi waktu kosong saja" Ucap Manda sedikit menyombongkan diri. " Suami?" Tanya Ira yang dia tahu Manda wanita hamil tanpa suami. "Ya..Suami. Kami akan menikah dalam waktu dekat. Dia Ayah dari Bayi ini" Ucap Manda santai sambil mengelus perutnya "Baguslah kalau Ayah bayi ini menerima Bayi ini dan menikahimu jadi kamu tidak perlu mencari laki-laki lain untuk menikahimu" Ira Senyum mengejek. "Sebenarnya Dia yang memaksaku menikahiku, Tapi Aku sempat menolak" Manda melirik ke Steve yang hanya diam mendengar dua wanitanya berbincang saling sindir. "Baiklah sepertinya Aku harus pamit Tuan Steve, Aku akan datang besok pagi bekerja sebagai Asisten Pribadimu" Ucap Manda Tiba-tiba. "Baiklah..Hati-hati Manda" jawab Steve yang bingung maksud kata-kata Manda. Manda keluar dengan senyum senang karena membuat Ira kesal dan Sedikit sedih karena Steve sekarang hanya berdua dengan Ira. "Sayang Apa tidak ada orang lain selain Manda untuk jadi Asistenmu?" Ira kesal. "Maaf Ira tapi Aku sudah berjanji menolongnya" Jawab Steve bingung dengan situasi ini. "Ada apa kamu datang ke sini Ira?" Tanya Steve. "Untuk membicarakan pernikahan Kita"Jawab Ira cepat . "Baiklah Apa yang kamu ingin bicarakan?" Tanyanya. "Sepertinya Kita harus menunda pernikahan ini, Karena Aku mendapat Proyek baru untuk perusahaan Papa dan ini butuh konsentrasi tinggi" Ucap Ira serius. "Baiklah" Jawab Steve sedikit senang karena dalam waktu dekat Dia akan menikahi Manda. ***** Manda dan Steve hari ini bertemu di sebuah restoran untuk membicarakan pernikahan mereka, Ternyata Irvan secara tidak sengaja memergoki Manda dan Steve yang terlihat mesra dan Steve yang sedang mengelus perut Manda. Irvan mulai curiga Steve adalah Ayah bayi itu, Irvan sengaja tidak menyapa mereka. Hubungan Manda dan Steve memang membaik, Steve kembali mersa dengan Manda. "Apa Om Steve adalah Ayah Bayi di perut Manda? Dulu aku pernah bertemu dengannya di Basement Apartemen Manda, Jika benar tentang hal ini Aku tidak bisa membiarkan Kak Ira terluka karena Om Steve. Tapi apa yang harus Aku lakukan" Gumam Irvan dalam hati. Irvan mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang. "Hallo John..Aku butuh Info tentang seseorang, ikuti dia dan berikan info apapun padanya, Akan aku kirim data Orang tersebut padamu lewat pesan" Irvan menutup Sambungan Teleponnya. Irvan pergi meninggalkan Restoran dengan hati masih tanda tanya tentang hubungan Manda dan Steve. Kakaknya pernah patah hati oleh laki-laki dan begitu menderita, Dia tidak ingin Kakaknya Patah hati dan gagal menikah lagi. Setelah satu hari, Irvan mendapat Info kalau Manda pernah tinggal di Apartemen Steve dan terlihat di Cctv mereka bersama selayaknya sepasang kekasih. "Aku tidak akan membiarkan Manda merebut Om Steve dari Kak Ira" Ucap Steve pelan setelah melihat info tentang Manda dan Steve. Irvan memikirkan cara agar Manda dan Steve berpisah. Dia mengambil ponsel dari Saku dan mencari nama Manda. "Halo Manda..Bagaimana kabarmu?? Aku ingin makan siang denganmu hari ini, Apa kamu bersedia??"Irvan menghubungi Manda lewat sambungan telepon. "Hai Irvan, Kabarku baik..Baik kita makan siang bersama. Aku tunggu di restauran jepang dekat kantormu" Jawab Manda. Irvan bergegas ke restauran tempat Dia janji temu dengan Manda, Sengaja datang lebih awal. sekarang Irvan di Restauran. "Hai Manda.." Sapa Irvan dari jauh. Manda berjalan kemeja Irvan berada. "Lama kita tidak bertemu Irvan, Bagaimana Kabarmu?" Tanya Manda. "Aku baik" Jawab Irvan Singkat. Manda langsung memesan minuman dan menu makan siang. "Bagaimana bayimu?"Tanya Irvan. "Dia baik" Manda refleks mengelus perutny. "Apa kau akan menikah dengan Ayah bayi itu?" Tanya Irvan to the point. "Ya..Bayiku membutuhkan orangtua lengkap Irvan" Jawab Manda. Tak lama Pesanan Manda datang dan Manda makan dengan lahap. "Apa Ayah bayimu menerima kehamilanmu?"Tanya Irvan interogasi Manda. Manda mengerutkan Dahinya, Irvan seolah ingin mengetahui tentang kehamilannya "Awalnya Dia tidak menginginkan Bayi ini tapi ternyata Dia mau bertanggungjawab" Ucap Manda. "Oh.." Irvan mengangguk. Mereka menghentikan obrolan dan melanjutkan Maka siangnya. Setelah selesai makan mereka berjalan keluar restoran. "Aku akan mengantarmu pulang Manda" Ucap Irvan. "Baiklah, Terimakasih sebelumnya" Jawab Manda. Irvan mengantar Manda pulang ke rumahnya, Di mobil Manda menerima telepon dari Steve, Irvan yang pura-pura tidak tahu hubungan Steve hanya Diam. Mereka sampai di Depan Rumah kost Manda. "Disini aku tinggal, Terimakasih Traktir makan siangnya" Ucap Manda sambil turun dari Mobil. Malampun menjelang, Manda baru saja bangun dari tidurnya. Terdengar suara ketukan keras dari pintu kamar Kostnya. "Siapa?" Manda beranjak dari kasurnya dan membuka pintu. Seorang Pria dengan memakai masker dan topi memaksa masuk. "Kamu siapa?" Tanya Manda bingung. "Kamu Amanda?" Tanya Pria Asing tersebut. "Kenapa kamu mencariku, Pergi dari sini" Usir Manda. "Aku mempunyai urusan denganmu gadis cantik" Pria tersebut menjambak Rambut Manda. "Ah..Sakit..Lepaskan sialan.." Manda meronta mencoba melepaskan jambakan di rambutnya. Manda sekuat tenaga memukul wajah Pria tersebut dan berhasil, Topi Pria tersebut terjatuh. Pria tersebut murka, Melepas Jambakannya dan menampar Manda keras. Manda terjatuh kelantai dan keningnya mengenai ujung meja riasnya membuat darah bercucuran di wajahnya. "Tolong" teriak Manda. Pria tersebut membekap mulut Manda membabi buta menampar wajah Manda. Manda mencoba berdiri dan meraih apa yang bisa di pukulkan kepada Pria tersebut. Sebuah botol sirup yang terletak di dekat meja Rias Manda berhasil dia raih. Manda memukulkan Botol tersebut ke kepala Pria tersebut sehingga keningnya berdarah. Pria tersebut semakin murka dan Meninju perut Manda bertubi-tubi. "Ah..Jangan..Aku sedang Hamil" Teriak Manda. Pria tersebut berhenti dan berdiri dari posisi nya yang memukuli Manda posisi bersimpuh. Dengan tendangan keras kakinya menendang Manda di perut "Ah..Ja..ngan..Aku..Mo..hon.." Suara lirih Manda merasakan sakitnya di perutnya. Tatapan Manda gelap seketika, Rasa sakit di sekujur tubuh dan Perutnya yang terasa sangat Sakit membuat Manda tak sadarkan diri. Pria tersebut mengambil Topinya dan meninggalkan Manda tanpa belas kasih dengan Keadaan mengenaskan wajah penuh luka dan Darah yang membasahi Bagian belakang tubuhnya. TBC..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN