Bayi Kita.

1434 Kata
"Atas dasar apa Pak steve ingin menikahi saya??" Tanya Amanda. "Karena Aku mencintaimu" Jawab Steve. "Apa Pak Steve juga mencintai Bayi ini?" Tanya Manda lagi. "Please Manda..Jangan bertanya hal itu lagi" Jawab steve mengambang. "Bagaimana bisa Pak Steve akan menikahi saya bila menolak dengan Bayi ini?" Tanya Manda. "Dengan berjalannya waktu Aku pasti menerima Bayi ini" Jawab Steve tanpa memberi jawaban yang membuat Manda senang. "Sudahlah..Memang Nasibku mempunyai Bayi tanpa Ayah" ucap Manda berdiri dan berjalan dan meninggalkan Steve yang duduk termenung. Manda menangis dengan kaki tetap melangkah menjauhi Ayah dari bayi yang Dia kandung, Dia sudah menyerah dengan Perasaan dan harapan memiliki Steve seutuhnya. Manda menunggu Taksi Online dihalaman Restoran, Tak lama Steve menghampiri Manda. "Ikutlah denganku, Tak baik wanita hamil jalan sendiri" Ucap Steve. "Terimkasih Saya bisa jaga diri, Permisi". Manda segera.menghampiri Taksi Online pesanannya. Steve tahu Manda marah tapi Steve bingung apa yang harus dilakukannya. Dia punya alasan tersendiri tidak menginginkan Bayi yang dikandung Manda. Dia sudah berjanji dengan Anak-anaknya dengan Istri pertamanya dahulu untuk tidak memiliki Anak dari wanita manapun. Disatu sisi Steve sangat kasihan dengan Manda yang menanggung Beban kehamilan sendiri tapi di satu sisi Steve tidak ingin Kedua Anaknya Kecewa. Steve berjalan menuju mobil dan kembali kerumah Tunangannya Ira. Sebelum masuk Ke mobil Ira menghubungi Steve. "Sayang..Kapan kita Fitting Gaun pengantin dan Jas untuk pernikahan kita" Ucap Ira ditelepon. "Oke sayang Aku akan menuju ke sana, malam Kita ke Galeri" Jawab Steve. Steve bingung dengan situasi yang tidak bisa dikendalikan olehnya, Manda dan Ira wanita yang membuatnya Bingung. Sekarang Steve di rumah Ira dan mereka akan pergi ke galeri untuk Fitting baju, Steve seperti tak bisa menolak lagi rencana pernikahannya dengan Ira. Steve sedikit melamun dan tak banyak Bicara, Dia masih memikirkan Amanda. Bagaimana dia akan menjalani hari-harinya menangggung beban kehamilan sendiri. "Sayang apa kau sakit?" Tanya Ira pada Steve yang hanya diam saat menyetir mobil. "Tidak..Aku baik-baik saja" Steve memaksakan senyumnya. "Oh..Baiklah..Sepertinya kamu tidak antusias dengan pernikahan Kita" Tanya Ira yang mulai curiga. "Itu hanya perasaanmu" Jawab steve bohong. "Aku ingin pernikahan kita dihadiri kedua Anakmu" Ucap Steve. "Baiklah Aku akan mencoba membujuk mereka datang" Jawab Steve sambil melirik Steve. Mereka sampai di galery Gaun pengantin dan memulia Fitting beberapa gaun sederhana yang akan di pakai Ira. Steve mencoba jas yang sudah Ira pesan sebelumnya. Setelah selesai Steve dan Ira Kembali kerumah karena hari mulai larut. ***** Karena Stres Manda kurang istirahat dan Makan yang tidak teratur, Amanda mulai mengalami Morning sickness. Setiap pagi Amanda harus menahan rasa mualnya di closet. "Sepertinya Aku ingin mati saja, Mual ini menyiksaku" Ucap Amanda kesal. "Hai Baby jangan buat Ibumu menderita, Kau lahir tanpa Ayah jadi kau hari baik-baik pada Ibumu" Sambil.mengelus perutnya yang mulai membuncit. Hari ini akan bertemu Lusi, Teman baiknya saat kuliah, Berdiam diri di rumah membuat stresnya semakin jadi. Sebuah cafe dengan suasana tenang pilihan Manda kali ini. Manda memesan Taksi Online dan tak lama pesanan Taksipun datang. Perjalanan 15 menit akhirnya Manda sampai dan Lusi sudah menunggu di meja yang telah Lusi pesan. "Hai..Sayang.." Sapa Lusi pada Manda. mereka mencium pipi masing-masing. "Bagaimana kabarmu?? Tanya Manda pada Lusi. "Aku baik sayang..Terakhir bertemu kamu terlihat gemuk tapi sekarang kamu sedikit kurus dan Pucat" Ucap Lusi memandang Manda yang tersenyum terpaksa. "Memang Aku gak baik-baik Aja..Lus.." Jawab Manda sedih. "Cerita dong..Aku ada buat kamu Apapun itu masalahnya" Ucap Lusi sambil memegang Tangan Manda. "Aku Hamil Lus.." Ucap Manda tiba-tiba. "Apa Hamil??!!" Lusi terkejut. "Husss..Jangan keras keras..Malu.." Ucap Manda menempelkan jari telunjuknya pada bibitnya sendiri. "Siapa Pria itu? Apa dia bertanggung jawab?" Tanya Lusi memaksa. Manda menggeleng pelan. "Dia bahkan tidak mau menerima bayi ini dan menyuruhku menggugurkannya" Manda mengelus pelan perutnya. "Astaga Manda Kenapa denganmu? Kenapa kamu ceroboh sekali" Ucap Lusi sedikit kesal. "Aku lupa meminum obat pencegah kehamilan dan ternyata tak lama Aku hamil" Ucap Manda terisak. Lusi mendekati Manda dan memeluknya. "Aku tahu sangat terlambat menyesali semua ini, Tapi apa rencanamu kedepan?" Tanya Lusi sambil melepas pelukan. "Aku ingin anak ini lahir Apapun yang terjadi" Ucap Manda. "Dan Ayah Bayi ini? Apa dia akan bebas dari tanggung jawab seenak hati??" Tanya Lusi marah.. "Apa yang harus aku lakukan Lus??" Tanya Manda bingung. "Buat Dia bertanggungjawab apapun caranya" Jawab Lusi sambil memukul meja pelan. "Tapi di sudah bertunangan" Ucap Manda. "Tak peduli bahkan sudah menikah sekalipun Dia harus bertanggung jawab Atau kamu bisa bawa kejalur hukum" Ucap Lusi tegas. "Apa itu perlu?" Tanya Manda. "Astaga Manda..Dari dulu kamu selalu memikirkan Oranglain tanpa memikirkan Diri sendiri" Ucap Lusi kesal dengan Manda "Aku akan membantumu, Jangan khawatir, Ingat Apapun yang terjadi kamu harus membuat dia mau menikahimu. Bayi ini harus punya Ayah" Ucap Lusi tegas. Mereka akhirnya berdiskusi tentang hal lain dan Lusi memberi masukan agar Manda memaksa Steve Menikahinya. Demi Bayi yang dikandung Manda. Mereka akhirnya berpisah dan pulang kerumah masing-masing. Manda mengirim pesan pada Steve tapi tidak dijawab. Manda akan pergi kekantornya Steve untuk meminta pertanggungjawaban Steve walaupun Steve tidak menerima bayi nya. ***** Keesokannya Manda mendatangi kantor Steve, Ternyata Steve sedang Meeting sehingga Manda Menunggu di lobi. Manda Akhirnya bertemu Steve dan Steve kaget manda di Kantornya. "Sedang Apa kamu disini?" Tanya Steve. "Saya Ingin menemui anda Tuan Steve" Jawab Manda Percaya diri. "Baiklah..Ayu keruangan Saya" ajak steve. Mereka jalan beriringan dan satu Lift tapi tidak ada pembicaraan diantara mereka. sekarang mereka tiba di di Ruangan Steve. "Apa yang membawamu ke sini Manda?" Tanya Steve tanpa basa-basi sambil duduk di kursi kerjanya. "Aku ingin Pak Steve menikahi saya" Jawab Manda To The Point. "Apa? Kenapa kemarin kau menolakku untuk aku nikahi?" Tanya Steve heran dengan perubahan sikap Manda. "Aku egois dan mementingkan perasaaku tanpa memikirkan Bayi kita, Aku ingin Bayi kita lahir dengan status yang jelas" Manda sudah mulai berani menyebut Bayi yang dikandungnya 'Bayi Kita'. "Apa!! Tapi sebentar lagi Aku akan menikah Manda.." Ucap Steve. "Aku tidak peduli, Beribu kali Tuan Steve menikahpun Aku tidak mau tahu. Yang penting Kita menikah agar Bayi ini Mempunyai orangtua lengkap" Ucap Manda bohong soal tidak peduli demgan pernikahan Steve yang lain. Steve menghela kasar, Dia bingung dengan sikap Manda yang tiba-tiba berubah. Di satu sisi pernikahannya dengan Ira akan segera di laksanakan. "Baiklah" Jawab Steve singkat. Manda tersenyum. "Tapi Aku punya syarat, Pernikahan kita akan menjadi Rahasia" Ucap Steve. "Itu tidak masalah, Yang penting Nafkahi Aku lahir dan bathin dan pernikahan kita dilaksanakan Lusa" jawab Manda pura-pura tegar. "Kenapa secepat itu?" Tanya Steve kaget. "Karena perutku sebentar lagi membesar Tuan Steve..Bagaimana orang memandangku hamil tanpa suami" Jawab Manda kesal. "Baiklah Aku akan mengurus pernikahan kita di Catatan sipil" Ucap Steve. Manda tersenyum girang mendengar Ucapan Steve, Masa bodoh dengan Steve menerima bayi ini atau tidak yang penting Dia tidak menjadi bahan cibiran Orang. Manda berjalan mendekati Steve yang terduduk dan termenung di Kursinya. Manda duduk di Meja kerja dan itu membuat Steve terkejut. "Apa yang kamu lakukan?" Tanya steve heran. "Apa Tuan tidak merindukan Tubuhku" Tanya Manda sambil mengangkat Rok selutut yang di pakai sehingga terlihat Celana Dalam Warna Biru muda. Steve tersenyum dengan sikap Manda yang menggodanya. Dia memang merindukan Saat-saat bercinta dengan Manda. Tangan Steve yang nakal masuk ke dalam Rok Manda dan membelai lembut Gundukan daging di antara Paha Manda. Hal ini membuat keperkasaan steve memberontak dan ingin dilepaskan. Tanpa Aba-aba Steve Berdiri dan membuka kancing celana dan resletingnya. Tanpa malu Batang keperkasaannya di keluarkan. Manda yang sengaja menggoda Steve segera mengangkat Roknya sampai pinggang dan membuka Celana dalamnya. Terlihat bulu-bulu hitam menutupi Bibir kemaluan Manda yang sedikit bengkak akibat kehamilannya. Steve langsung mengangkat kedua kaki Manda agar Lubang Kemaluan Manda terbuka lebar. Steve menuntun Batang keperkasaannya memasuki lubang kenikmatan yang sudah siap di masuki. Sedikit demi sedikit Batang keperkasaan milik Steve masuk. Karena kurangnya pemanasan, Manda merasakan perih saat Steve mulai memainkan ritme pinggulnya. "Eh..Manda milikmu memang yang terbaik" Racau steve menikmati jepitan lubang kemaluan Manda. "Nik..mati Sa..yang..Ah.." Manda menahana Nikmat saat Steve terus mempercepat permainannya. Dengan posisi berdiri Steve terus menghujami Manda dengan Batang keperkasaannya. Terlihat Steve yang terpejam menahan nikmat dengan tangan memegang Kedua kaki Manda agar selalu terbuka lebar. "Ah..Aku..Mau keluar Sayang" Ucap Manda yang sebentar lagi mengalami pelepasan kenikmatan. Tak lama Lubang milik Manda basah dan membuat Steve menggila karena kenikmatan dan tak lama. "Akh.. nikmat sekali Manda" Steve Mengeluarkan Cairan cintanya di Rahim Manda. Steve seakan belum puas dan tidak ingin mencabut miliknya dari lubang milik Manda. Manda memeluk Tubuh Steve dengan napas tersengal-sengal. Setelah Puas Steve menarik batang keperkasaannya dari milik Manda dan membersihkan diri di toilet bersama Manda. Setelah selesai Manda dan Steve duduk di Sofa. Manda dan Steve merapihkan Pakaiannya. Tok..Tok.. "Pak Steve ada Ibu Ira ingin bertemu" Ucap Sekretarisnya Steve di luar ruangan. TBC..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN