- 55 -

223 Kata
Setelah menyapukan serta mengepel ruang tengah hingga tempat itu kembali rapih, Thella beristirahat sejenak sambil menonton televisi yang ada di sana. Beberapa saat cewek itu bersantai, lalu melirik jam dinding yang tergantung di ruangan tersebut, membuatnya segera bergegas untuk kembali ke dalam kamarnya sambil membawa tas laptop yang tadi di berikan oleh Riza, yang mana berisi laptop Riza yang di pinjamkan pada Thella. Thella tersenyum lagi mengingat Riza yang memikirkan hal hal kecil untuknya ini, membuatnya menjadi tidak kesulitan saat harus mengerjakan tugas di rumah. Cewek itu pun melangkah menuju kamarnya yang mana terlihat Firda sudah tertidur pulas di tempat tidurnya. Thella pun mulai meneruskan tugasnya untuk mengerjakan data milik bu Elis. Thella mengeluarkan kertas kertas dan berkas berkas yang tadi ada di dalam tasnya. Tumpukan kertas itu ia letakan di atas tempat tidur, berusaha agar tidak mengenai sang adik yang sudah terlelap dan beristirahat. Firda tampak tenang dalam tidurnya, Thella merasa senang saat Firda menikmati tidur pulasnya tanpa harus terbangun tengah malam karena merasa ada yang kesakitan. Rasanya Thella ingin memindahkan rasa sakit yang di derita Firda ke dalam tubuhnya saking tidak teganya melihat sang adik terus menerus menderita menahan rasa sakit yang di deritanya itu. Yang bisa dilakukan Thella hanya mendoakan agar penyakit sang adik segera di angkat dan di sembuhkan, agar Firda bisa menjadi seperti remaja yang normal pada umumnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN