Persahabatan yang entah sampai kapan akan terjalin, persahabatan panjang tiada berujung yang membuatnya menjadi seperti saat ini. Menjadi kekasih Dirgan karena keinginan Riza yang ternyata membantu Dirgan dalam prosesi pernyataan cinta, seolah menegaskan bahwa memang Riza menginginkan hal ini terjadi. Enggan patah hati berkelanjutan, maka Thella ya jelas memilih untuk mengikuti keinginan dan skenario yang di jalankan oleh Riza itu. Mungkin memang seperti ini yang Riza inginkan, Thella bersama Dirgan, lalu Riza bahagia melihat ke dua sahabatnya menjalin hubungan kasih yang dipenuhi canda tawa dan terlihat membahagiakan. Benar, terlihat sangat membahagiakan bagi siapa pun yang melihatnya. Mungkin mereka memikirkannuya begitu, tapi nyatanya Thella sendiri tidak merasa begitu.
Tak lama kemudian Dirgan juga berpamitan pulang pada Thella karena hari yang sudah semakin larut malam, terlebih lagi suasana di luar sudah semakin gelap pertanda akan turun hujan lagi. Saat ini memang tengah musim hujan, nyaris setiap malam jakarta selalu di guyur hujan tiada henti hentinya. Hal tersebut membuat Dirgan buru buru berpamitan sebelum hujan deras mengguyurnya dan membuatnya harus memakai jas hujan yang menurutnya sangat ribet. Maka dari itu Dirgan memilih untuk buru buru pulang saja dan melanjutkan pacaran lagi keesokan harinya, meski rasanya Dirgan ingin terus melihat Thella di setiap detiknya, padahal seharian di sekolah pun Dirgan melihat Thella. Memang definisi orang sedang kasmaran ya seperti ini, seolah tiada hari esok hanya untuk menikmati wajah sang kekasih yang cantik luar biasa.