"Guys gue pulang duluan yah, nih Thel laptopnya, inget! jangan di gadein!" Riza pun langsng keluar rumah setelah memberikan tas laptopnya pada Thella, yang mana berisi laptop miliknya yang akan di pinjamkan Thella untuk mengerjakan tugas dari Bu Elis tadi. Riza benar benar menepati janjinya siang tadi yang mengatakan akan meminjamkan laptopnya pada Thellaa, dan malam ini cowok itu benar benar mengantarkannya sambil bermain santai di rumahnya. Riza memang sangat baik hati dan tidak pelit., ia rela meminjamkan barang barang yang dimilikinya untuk Thella tanpa banyak protes atau pun persyaratan. Ia jelas mempercayai Thella yang di kenal apik dalam menyimpan barang barangnya sendiri, jadi Thella di rasa tidak akan kehilangan barang yang di pinjam itu karena menjaganya dengan hati hati.
Thella hanya terseyum melihat tingkah laku Riza. Meski begitu ia menyukai segala kebaikan Riza yang seperti ini, sebentuk perhatian kecil yang kerap kali membuat hatinya hangat setiap kali melihat Riza melakukannya. Hal hal kecil seperti ini seolah tak pernah luput dari pandangannya, setiap kali Riza melakukan perhatian kecil yang menggemaskan. Thella selalu menyukainya, menyukai sikap Riza berikut dengan sang pelaku yang memang sebaik itu. Bagaimana bisa Thella tidak tertarik pada sosok sebaik itu, yang menemaninya sejak bangku kuliah hingga detik ini. Thella benar benar bersyukur memiliki Riza sebagai sahabatnya, tapi kembali sedih saat ingat bahwa Riza hanya sebatas sahabat baginya.