- 59 -

212 Kata
Riza : Thel, jadi ngerjain tugas Bu Elis? Begitu pesan dari Riza yang terkirim masuk ke ponsel Thella. Hanya sebatas itu, tapi Thella menyukainya. Riza tidak mengirimkan pesan pesan random yang aneh dan hanya sekadar basa basi tanpa benar benar mau tahu apa itu keinginannya. Riza justru langsung menembak aktivitas yang tengah di lakukan Thella, yang di ingat juga oleh cowok itu yang meminjamkan laptopnya tadi. Padahal Dirgan juga ada di sana, entah ia sadar atau tidak saat Riza memberikan laptop untuknya, sehingga tidak mengetahui atau pun bertanya kegunaan laptop itu untuk apa saat Thella meminjamnua pada Riza. Bahkan Dirgan tidak menanyakan hal itu karena merasa sudah mempercayai Thella dan segala keputusan yang telah ia jalani rutin. Thella buru buru mengetikan balasan untuk pesan Riza yang memang sudah di bacanya. Terserah deh Dirgan akan mengiranya seperti apa jika cowok itu melihat aktivitas ponsel Thella jam segini masih aktif, padahal Thella mengatakan mau tidur. Entah tidur di bagian mana yang Thella maksud,, padahal status di ponselnya masuih online untuk membalas pesan dari riza. Bodo amat, Thella tidak mau memsuingkan hal hal tersebut dan lebih memilih untuk menjalaninya saja seperti biasa. Toh di pikirkan berlarut juga hanya akan membuat Thella menjadi sress. Thella : Jadi, Za. Ini masih ngerjain, banyak banget ya. Mulai ngantuk
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN