- 57 -

281 Kata
Thella : Aku tidur dulu ya, Gan. Good night Thella mengetikan pesan terakhir yang berisi kebohongan pada Dirgan karena malas untuk menanggapi pesan itu lagi, jadi Thella memilih aman dengan mengatakan bahwa dirinya yang akan tertidur. Bahkan Thella tak mengatakan bahwa dirinya sedang mengerjakan tugas dari Bu Elis ini hingga membuatnya nyaris begadang semalaman. Justru itu Thella tak mau di ganggu oleh Dirgan dan pesan pesannya yang membuat Thella merasa lelahhh untuk membalasnya satu per satu, sebab energi Thella sudah tersita untuk mengerjakan tugas yang lain. Tugas ini lah contohnya. Ponsel Thella kembali berdenting menandakan ada pesan masuk, pasi balasan dari Dirgan. Ia pun membuka pesan itu karena merasa itu hanya berupa balasan good night untuknya. Dirgan : Okay, selamat tidur saya. Good Night ya. Benar kan, Dirgan sudah ketebak. Tipikal orang yang seperti itu memang, senang mengucapkan hal hal berupa sapaan selamat pagi, siang, sore, dan segala macamnya. Thella rasanya sudah mulai terbiasa dengan sikap Dirgan yang seperti itu. Meski ia baru jadian beberapa minggu, tapi Thella sudah dapat mengenali kebiasaan yang memang kerap kali di lakukan oleh Dirgan. Thella kembali meletakan ponselnya, untuk fokus pada laptopnya lagi. Beberapa menit berlalu dan ponselnya tampak tenang, tak ada yang mengirimkan pesan apa pun, tak ada juga bunyi apa pun. Thella benar benar fokus pada lembar kerja di hadapannya dan sekian banyak berkas yang tengah di kerjakannya. Matanya sesekali memicing untuk membaca tulisan yang tertera pada lembar kertas yang di tulis tangan dan tampak tidak begitu jelas. Namun setelah mengetahui jawabannya, Thella buru buru menuliskan apa yang di lihatnya itu ke dalam lembar kerja yang tersedia di komputer. Thella tampak tekun dan telaten dalam menjalankan hal tersebut yang kemungkinan besar merupakan passionnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN