- 53 -

220 Kata
Thella mengangguk lagi. “Nunggu kamu pergi dulu.” Katanya lagi seraya menunjuk motor Dirgan yang masih terparkir di g**g depan rumahnya itu. Agar Dirgan segera untuk beranjak dari sana sebelum hujan turun dengan derasnya dan membuat Dirgan harus kehujanan di jalan. “Udah sana, nanti kehujanan, gantian kamu yang gak masuk. Kemarin Riza. Emang sengaja kayaknya kalo ujan ujanan tuh ya.” Kata Thella lagi mengomentari perihal keputusan Riza yang kemarin tidak masuk sekolah karena sakit, yang merupakan hasil dari hujan hujanan di atas motor sampai masuk angin sedemikian rupa. Thella jelas tak ingin Dirgan juga mengalami hal yang sama dengan Riza kemarin. Hal itu membuatnya buru buru mengusir Dirgan untuk berlalu dari sana. “Iya iya, bye sayang.” Kata Dirgan lagi kemudian beranjak dari tempatnya, cowok itu berjalan menuju motornya lalu memakai kan helm pada kepalanya. Membuat wajah itu kini sudah tertutup helm berwarna hitam yang menghalangi wajahnya. Lalu Dirgan mulai menyalakan mesin motornya beberapa saat, dan kembali melambaikan tangan pada Thella sebelum mengemudikan motornya itu unutk keluar dari area g**g di rumah Thella. Suara motor Dirgan yang berdengung terasa di telinga Thella, pun dengan kepulan asap yang keluar dari motornya membuat wilayah sekitar tampak penuh oleh polusi kendaraan. Motor Dirgan pun kemudian berlalu untuk pergi meninggalkan area rumah Thella yang berada di kawasan g**g sempit itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN