- - 13 -

613 Kata
Dari kecil Nida memang tak pernah mendapat perhatian dari keluarganya. Orang tuanya yang sibuk bekerja membuatnya menjadi remaja yang kurang perhatian dalam proses pertumbuhannya. Hal itu menimbulkan sikapnya yang egois, dan membuatnya ingin memiliki apa pun. Nida bergerak mengikuti emosinya, bukan dengan hatinya, sehingga aktivitas yang dilakukannya lebih banyak diisi oleh marah marah dan nada suara sinis karena sarkas terhadap dunia, mengingat hidupnya yang nelangsa seperti ini. Orang tua seolah hanya pajangan yang tercantum dalam dokumen negara, jika ditanya peran mereka apa untuk Nida, maka dengan lantang Nida akan menjawab, peran mereka hanya sebatas menghasilkan Nida tapi tidak merawatnya dengan benar. Padahal Nida terlahir karena nafsu b***t mereka. Entah apa yang mereka pikirkan saat membuat Nida atau pun Riza, yang malah ditelantarkan begitu saja, lantaran sibuk untuk mengurusi hal hal yang menurut mereka lebih penting, yang jelas berkaitan dengan materi. Walaupun hidupnya serba berkemewahan tapi ia tak pernah merasakan kebahagiaan batin. Karena memang ia tak pernah merasakan kasih sayang dari siapa pun. Sebenarnya Riza menyayagi Nida, namun Riza selalu sibuk dengan kegiatannya dan tidak sempat untuk berkomunikasi lebih jauh pada Nida, lagi pula umur mereka hanya bertaut beberapa tahun saja, yang mana memnunjukan bahwa Riza juga tidak jauh berbeda dari segi umur dengan Nida, apa yang mau dibimbing saat Riza juga jika mau di usut masih membutuhkan bimbingan orang tua yang tidak pernah diraskannya. Hanya beruntung saja Riza lebih mampu untuk mengendalikan emosinya dibandingkan Nida yang lebih cepat marah dan emosian. Hal itu, membuat Riza juga tidak menyukai sikap adiknya yang mau menang sendiri, serta ia juga tak mampu membimbing adiknya hingga Nida tumbuh seorang diri. Melakukan hal hal yang ia anggap benar, yang jika pun salah, tidak pernah ada yang memebritahukannya. Oleh sebab itu, Nida melakukan segalanya semauanya, karena merasa tidak ada larangan, bukan kah tidak ada yang peduli dengan sikapnya? Jika Nida dituntut untuk bersikap baik, bahkan Nida sendiri tidak mengerti definisi baik itu seperti apa. Nida tertawa dalam hati mengingat hal tersebut, mungkin ia lebih ikhlas jika di adopsi malaikat yang sudah pasti akan merawatnya dan mendidiknya dengan benar, tidak dibiarkan seperti ini, melayang bebas tanpa arah atau pun peta, hanya seperti layangan putus yang dihemapaskan begitu saja, dan hanya terbang mengikut arus angin membawanya. Layangan putus, yang entah terbang kea rah mana, karena tidak ada lagi yang memedulikannya. Sang empunya lebih fokus utnuk membuat layangan lagi yang tentunya lebih potensial, karena dirinya yang sempat terhuyung. Nida mematikan televisi yang tadi ditontonnya, lalu bergerak untuk membuka ponselnya dan melihat lihat apa yang tengah ramai diperbincangkan di social media, yang setiap harinya seolah ada saja yang dibahas, sampai Nida kesulitan untuk mengikuti seluruhnya. Ia hanya sekadar melihat lihat sekilas saja tanpa memikirkan lebih lanjut, seolah menjadi hiburan untuknya, melihat orang orang di social media juga banyak yang haus perhatian hingga menjadi seperti itu. Ternyata, banyak yang lebih menderita dibandingkan dirinya sendiri. Entah Nida harus merasa senang atau bangga atau seperti apa. Cewek itu kembali mendengar langkah kaki Riza yang mulai menuruni tangga, membuatnya melirik ke asal suara. Terlihat Riza yang sudah menggunakan kaos santai serta celana pendek selutut, untuk pergi ke luar mencari makan. Jika dilihat dari pakaiannya, kemungkinan Riza tidak akan pergi jauh dan hanya sekadar mencari makan yang mana tidak akan menginap di rumah temannya yang entah siapa. Meski teman teman Riza sesekali berkunjung ke rumah, Nida tetap tidak mengenali mereka semua lantara tidak mau mengenalnya. Mengapa juga ia harus mengenal teman teman Riza? Memang apa pentingnya untuk Nida jika mengenal mereka? Tidak ada pengaruhnya juga kan? Jadi, mungkin jika ia bertemu dengan teman Riza di jalanan, ia juga tidak akan mengenalinya karena tidak menghafal mereka. = = = = = T B C = = = = =
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN