“Mau nitip gak?” tanya Riza sambil melintas melewati sofa yang diduduki Nida, bertanya pada adiknya yang siapa tahu menginginkan sesuatu untuk dibeli tetapi malas untuk keluar. Sehingga lebih suka nitip jika Riza pergi keluar.
Nida berpikir sebentar untuk titipan tersebut, berusaha memikirkan apa yang sedang diinginkannya saat ini, berupa makanan atau benda benda yang ia butuhkan lainnya. Ia sudah makan tadi, tapi ia ingin membeli jajanan atau makanan ringan untuk mengisi waktunya.
“Mau cappuccino cincau sama martabak telor sama kebab ya.” Kata Nida akhirnya setelah selesai berpikir tentang makanan yang diinginkannya itu. Ia membayangkan makan martabak telor, kebab, dan menikmati cappuccino cincau nikmat juga, bisa mengobati suasana hatinya yang memang selalu tidak baik. Tapi membayangkan kenikmatan makanan makanan tersebut memuat hati Nida bisa lebih senang.
Riza mengangguk, lalu menyambar kunci motor yang tadi ia letakkan di meja dekat Nida, untuk segera bergerak ke luar rumahnya dan mencari makanan untuk dirinya sendiri serta titipan untuk Nida.
Seperti ini lah hubungan kakak adik antara Riza dan Nida, keduanya cenderung bersikap kasar dan saling tak acuh, tapi seolah tidak pernah ada kespeakatan tertulis antar satu sama lain, keduanya terkadang saling peduli. Meski masing masing dari mereka enggan menunjukan rasa sayang atau apa pun yang dirasakan mereka terhadap persaudaraan ini. Kesibukan keluarganya membuat hubungan mereka juga semakin merenggang, lantaran masing masing dari mereka berusaha untuk mencari kesibukan masing masing. Apa pun asal mampu mengobati rasa kesepiannya.
Jika Riza mampu mengobati perasaan itu karena kehadiran Thella dan juga Dirgan yang merupakan sahabatnya, berbeda dengan Nida yang tidak pernah merasa terobati meski memiliki banyak teman di sekolahnya, yang mana juga sering di omeli Nida karena cewek itu tidak menyukainya. Bossy, dictator, senang mengatur, dan gemar marah marah seolah melekat dalam diri Nida, membuat cewek itu kesulitan bergaul untuk mendapatkan teman dekat. Kemungkinan besar yang mau berteman dengannya hanya utnuk menjalin relasi saja dengannya karena Nida merupakan anak dari orang berpengaruh.
***
Langit di pagi hari berwarna biru cerah, dengan awan yang membentuk begitu indah, mempercantik pemandangan di pagi hari. Seolah tak mau kalah, burung burung berkicau untuk mewarnai cuaca pagi yang bersahabat, beberapa tumbuhan tampak bermekaran, dengan dedaunan yang berwarna hijau menawan, serta bunga-bunga yang berwarna warni dengan indahnya. Pagi itu bagaikan musim semi di Jakarta, meski Jakarta hanya memiliki dua musim yang mana tentu saja tidak ada musim semi.
Para siswa tampak mulai berdatangan di SMA Andara, terlihat dari gerbang sekolah yang mulai dipadati oleh para siswa berseragam putih abu. Dari mulai yang datang menggunakan kendaraan pribadi seperti motor, motor , atau pun sepeda, hingga mereka yang di antar oleh orang tuanya sampai di depan gerbang, atau ada juga mereka yang menggunakan angkutan umum berupa angkot atau pun metro mini, turun dari jalanan depan dan berjalan kaki untuk mencapai gerbang sekolah yang berada di dalam komplek perumahan itu.
Sedangkan suasana kelas yang berisikan Riza dan Dirgan pagi itu cukup ramai, suara desas-desus dari para siswa yang berdiskusi pagi, membahas berita apa pun yang sedang banyak dibicarakan, kakak kelas yang ganteng dan membuat mereka histersi setiap kali melintas, teman sekelas yang tidak mereka sukai, atau pun membahas pelajaran hari ini.
Beberapa siswa tampak sibuk menyalin pekerjaan rumah yang tidak sempat dikerjakan di rumah. Dirgan dan Reza duduk bersisian, mensontek buku tugas dari teman yang duduk di belakang bangkunya. Entah jawaban tersebut benar atau tidak, mereka juga tidak terlalu peduli apa lagi repo repot memastikan dengan menganalisa soal, sebab yang mereka butuhkan jelas hanya mengerjakan agar semata tidak mendapatkan hukuman dari guru yang mengajar di jam pertama. Mereka benar benar lupa dengan tugas ini, harusnya mereka nyontek dari kemarin, sehingga tidak terlalu banyak halaman yang harus disalin serta waktunya tidak kepepet.
= = = = = T B C = = = = =