Setelah melalui perjalanan panjang menjajaki dua alas yang asing bagi arshaka, menyeberangi sungai yang begitu besar dan jernih dengan berbatuan yang begitu melimpah, bergulat dengan alam, bertarung dengan mereka yang melawan, mempertahankan kembang Puncung Merah dan bermain taktik sudah Arsakha lewati dengan baik, walau harus terluka dalam. Pagi ini setelah dia melanjutkan perjalanan menuju desa Dukuh Kemuning. Tertatih-tatih dengan sisa tenaga yang dimiliki, akhirnya Arsakha melihat sebuah gapura perbatasan desa yang pernah dia lihat sebelumnya, ketika mengarungi sebuah pengembaraan. Raut wajah penuh senyuman dan kelegaan hati, seakan menjadi penawar atas jerih payah yang selama ini sudah Arsakha perjuangkan demi membalas budi kepada Gusti Demang Damar. Tidak lupa pemuda itu mampir ke r

