Ruang tamu apartemen itu masih dipenuhi aroma kuah bakso yang tadi mereka makan. Kotak makan kosong sudah disingkirkan ke meja kecil. Tirai jendela setengah terbuka, membiarkan cahaya sore masuk lembut ke dalam ruangan. Kesya masih tiduran di pangkuan Kevin di sofa. Kepalanya bersandar di paha pria itu, sementara tangan Kevin dengan santai memainkan rambut panjangnya. Beberapa menit terakhir mereka tidak banyak bicara. Kevin hanya sesekali mengusap rambutnya. Namun tiba-tiba Kesya mengerutkan kening. Ia menggeliat sedikit. Kevin langsung menunduk melihat wajahnya.“Kenapa hmm?” Kesya membuka mata pelan. Wajahnya terlihat lebih pucat dari sebelumnya.“Sayang…” Suaranya terdengar lebih lemah. Kevin langsung serius.“Iya?” Kesya menatapnya sambil sedikit mengernyit.“Badan aku kok mak

