Diandra menitipkan tas kerjanya di kantor Thomas, berjalan pelan menyusuri padang rumput dengan beberapa pondok kecil yang penuh penghuni dari berbagai negara saat ini. Ditatapnya rombongan kecil yang sebagian besar adalah keluarga melakukan aktvitasnya dengan wajah cerah.
Ada anak anak yang berlarian, sementara yang lain sekedar jalan santai sambiil menghirup udara bersih pada suhu terbaiknya diawal musim semi begini. Ada yang memancing di kolam kecil, duduk duduk sambil menikmati sajian lokal yang dapat diperoleh dengan mudah dari toko toko disekitar resort.
Ditatapnya keluarga yang tengah berjalan didepannya, lelaki kecil yang berlompatan bahagia sambil menggenggam tangan kedua orangtuanya. Sesekali sang ayah mengangkatnya untuk meraih ujung daun atau serangga.
Dialihkannya pandangan, dan menemukan sosok lelaki yang tengah mendengarkan musik dihamparan selimut, sambil membaringkan kepala di pangkuan perempuan yang bersandar di pohon sambil membaca buku. Seperti dulu .... bersamanya ...
Diandra mengusap keningnya , mencoba menghapus semua kenangan yang beberapa bulan terakhir kembali hadir . Mungkin tak seharusnya aku buka kembali semua .... kenapa juga aku harus mencari tahu tentangnya ?
" Narend bersama Sam." kata Thomas tadi, dan itu artinya tidak jauh dari kuda.
Sam, dokter hewan muda yang menetap disini dua tahun lalu langsung menjadi salah satu idola Narend. Bersamanya Narend mengenal berbagai hewan, dan Sam pula yang mengajarkan Narend menunggang kuda pony nya.
Biasanya mereka berdua duduk diatas pagar pembatas mengawasi pengunjung resort yang ingin berkuda, atau mengikuti kawanan domba.
" Mana Narend, Sam ?" Diandra bersandar ke pagar, disamping Sam yang sibuk dengan kamera ," Dan kameramu baru ?"
Sam menatap sekilas dan kembali asik dengan kameranya ," Bukan, tapi asik juga pake kamera seperti ini. Ini punya dia ." ditunjuknya kuda hitam yang berderap kearah mereka ," Yang berkuda bersama Narend. Anakmu bahagia sekali menemukan orang yang bisa bahasa Indonesia."
Diandra tercenung, tidak terlalu banyak pengunjung yang berasal dari Indonesia. Dipicingkannya mata saat kuda itu semakin dekat. Matanya tak bisa diajak kompromi saat silau seperti ini.
" Ibuuu...."
" Wow .... aku baru sadar mereka berdua mirip ... seperti ayah dan anak." seruan Sam membuat Diandra tercekat.
Tangannya mencengkeram pagar, menanti kuda itu sampai di daya tangkap matanya dengan hati berdebar ... mungkinkah ....
Siluet dua sosok diatas kuda membuatnya ketakutan setengah mati ....
" Andra ...."
Dan suara itu membuat dunia Diandra berputar.
Sementara itu Rajendra memicingkan mata, mengarahkan kuda kembali ke tepian ketika Narend menunjuk sosok dibalik pagar ," Itu ibu."
Tiba-tiba dadanya berdegup kencang, sosok itu seperti sosok yang lekat dalam ingatannya, mungkinkah ..... ?
Ditatapnya ujung kepala Narend, dan ini ... apakah malam itu .... ?
" Ibuuuu." lengkingan suara Narend menyadarkannya, matanya fokus pada sosok yang berdiri dibalik pagar.
Gusti .... itu benar Andra .... Diandranya ..... dan artinya Narend .....
Dibantunya Narend turun " Andra." panggilnya ragu sambil menggendong Narend.
Berlari panik ketika melihatnya terkulai lemas, jatuh di pelukan Sam yang juga terkejut melihat perempuan di sampingnya tiba tiba pingsan.
" Bawa dia ke kantor." ujar Sam singkat saat Rajendra meraih tubuh Diandra dan menggendongnya ," Ikut aku." digendongnya Narend yang ketakutan, berjalan dengan langkah lebar mendahului Rajendra.
" Ada apa ?" Thomas buru buru meletakkan cangkirnya, menempatkankan bantal di sofa sebelum Rajendra menidurkan sosok pucat itu ," Sam, panggil dokter."
Sam mengangguk singkat dan segera keluar memanggil dokter di klinik kecil seberang kantor.