BAGAIMANA DENGAN STATUS KALIAN ?

663 Kata
" Daddy .... ayah ...." pintu terbuka dan keduanya menjauhkan diri. Rajendra tersenyum lebar, menangkap lelaki kecil yang berlari cepat ke arahnya ," Hai jagoan ayah..." Thomas dan kedua orang tuanya nampak berdiri di depan pintu, tersenyum pada Diandra dan menatap penuh arti pada lelaki yang menggendong Narend. " Jen, ini Thomas, dan orang tuanya. Mereka tinggal di ujung jalan itu" Rajendra mengulurkan tangannya sambil tersenyum ," Silahkan ." Senyumnya sedikit memudar melihat pandangan sayang dari ketiganya pada Diandra yang berdiri kaku disampingnya. " Rajendra ... bukan kebetulan kamu beri nama Narendra ya ..." Mrs. Brown meletakkan bawaannya diatas meja pantry ," Kamu gak sempat masak untuk makan malam kan ?" Diandra memeluknya ," Terima kasih." " Bahagia itu perlu diperjuangkan, sayang." ditepuknya pipi Diandra ," Kami permisi dulu." tak terasa matanya berkaca kaca saat ada Rajendra mengantar mereka di pintu seperti layaknya keluarga kecil. Diandra dan Narend tidak lagi sendiri. Rajendra merapikan letak selimut, mencium lembut kening Narend sebelum meninggalkan lelaki kecil itu tidur lelap dipembaringannya. Menemaninya tidur, seperti yang seharusnya ... ," Maafkan ayah, nak ... Ayah janji untuk lakukan yang terbaik untukmu dan ibu." Diandra bersandar di pintu kamar, menatap keduanya dengan mata basah ... Rajendra mendekat, mengusap air mata Diandra ," Yuk." ujarnya pelan. Diandra mengekor dalam diam ketika lelaki itu menuju pintu. " Besok pagi pagi aku kesini. Cuma perlu bawa paspor untuk itu ?" " Ya ..." sahut Diandra pelan ," Tahu jalan balik ke resort ?" " Tahu." Rajendra tersenyum ," Aman kan jalan jam segini ?" Diandra mengangguk sambil tersenyum ," Jen ...." Rajendra menghentikan langkahnya ," Ya ?" " Terima kasih ...." Rajendra berlalu mengabaikan ucapan terima kasih itu. Gusti ... apa yang harus aku lakukan untuk memperbaiki semua tanpa kembali menyakitinya ? " Gimana Jen ?" tanya mamanya begitu Rajendra membuka pintu. Rajendra mencoba tersenyum, memeluk mamanya ," Besok kami akan mengajukan permohonan untuk tes DNA." " Kita semua tahu itu gak perlu." " Gak perlu buat kita, ma ... tapi itu prosedur yang harus kami lakukan untuk memasukkan namaku sebagai ayahnya. Sertifikat kelahiran Narend cuma ada nama Andra." " Andra memperbolehkan ?" " Dia bahkan sudah punya formulirnya ...." senyumnya menghilang. " Ada apa nak ?" " Dia sudah siapkan formulir itu untuk harapan terbaiknya ... tapi juga sudah menyiapkan untuk proses pindah kewarganegaraan sebagai antisipasi terburuk kalau Narend hanya akan menyandang namanya." dilepaskannya pelukan, menghempaskan tubuh lelahnya ke sofa ," Menurutnya dengan kemiripan kami, sulit untuk pulang ke Indonesia tanpa membuat gaduh ... dan dia takut itu akan mengganggu kehidupanku." Hening ... lima kepala itu terdiam dengan pikiran masing masing. " Status Narend akan kalian proses besok, bagaimana dengan kamu dan Andra ?" " Kelihatannya itu akan lebih sulit, pa ... Andra membuka pintu untuk Narend tapi menarik dirinya sendiri. Walaupun kami masih menyimpan rasa yang sama ... aku bisa merasakannya." diusapnya wajah ," tapi memang semua gak akan selesai dengan cinta saja ... semuanya begitu kompleks sekarang." " Kapan kita bisa ketemu ?" " Semoga besok saat makan siang. kalau urusan tes ke rumah sakit sudah selesai. Mungkin aku gak akan ikut keliling, aku mau menghabiskan liburan bersama mereka." Ditatapnya kedua orang tua yang nampak cemas didepannya ," Andra sudah berdamai dengan dirinya sendiri, aku gak nyangka semua pembicaraan ini begitu lancar. Mungkin besok akan sedikit berat untuk kita semua, tapi memang itu yang harus dijalani kan ? Ada yang harus kita bayar atas apa yang terjadi bertahun tahun lalu. Saat ini ada Narend yang harus aku pikirkan masa depannya... dan seharusnya Andra juga." lanjutnya gamang. " Gimana penerimaan Narend, Bang ?' Laras mengulurkan minuman. " Baik aja ... gak ada masalah. Dia bahagia banget ternyata punya ayah, sama seperti temannya ..." diseruputnya teh hangat ," Andra menurunkan sifat hangat dan dan terbuka padanya ... beruntung dia tidak tertutup sepertiku." diletakkannya cangkir dan beranjak ke kamarnya ," Istirahat dulu, besok aku janji datang sebelum Narend bangun." diciumnya mama sebelum berlalu. Keempatnya berpandangan dan masuk ke kamar dengan pikiran masing masing.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN