Semenjak mama Jessica meminta Alex dan Jesica untuk saling berhadapan dan memandang antara yang satu dengan yang lain dengan tatapan yang dalam mencoba mengingat-ingat hal yang baik membuat perasaan Alex tergoyahkan oleh getaran yang kian jelas bahwa dirinya sudah mulai memiliki rasa.
Ah, tidak mungkin. Tepis Alex di kamar yang sedang bersantai diatas kasur. "Itu pasti cuma kebawa suasana aja." ucapnya sendiri sambil menggidik itu adalah sesuatu yang tidak mungkin. Diirnya hanya ingin selalu menganggu Jessica saja, tetapi tidak ada rasa sedikit pun kepada Jessica. Iya. Yakinnya didalam hati berusaha membuang jauh perasaan tersebut.
Kemudian Alex pun bangkit berniat keluar kamar. Dan pada saat membuka pintu kamar, Alex yang menarik pintu kedalam supaya pintu terbuka, malah dibalik pintu ada Jessica yang berniat masuk kedalam kamar Alex. Karena dalam waktu bersamaan, Alex yang akan keluar dan Jessica yang akan masuk kedalam kamar justru membuat mereka berdua saling bertumburan.
"Aduh." seru Jessica.
Sedangkan Alex malah menatap Jessica dengan perasaan yang tidak tentu, bahkan matanya tak bisa teralihkan oleh apapun. Ia hanya bisa menatap Jessica dihadapannya ini tanpa ada amarah sama sekali yang biasa ia lontarkan kepada Jessica.
"Ih, elo ini gimana sih?!" omel Jessica yang hanya dibalas dengan tatapan oleh Alex. "Bilang dong kalau mau buka pintu!" imbuhnya menyalahkan Alex.
Entah kenapa, Alex masih bergelut dengan hatinya. Ia bahkan tidak bisa marah ketika Jesica menyalahkan dirinya padahal bukan kesalahannya. Jika ditelusuri yang salah adalah Jesica sendiri sebab ia tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk, tetapi nyelonong masuk begitu saja ketika Alex berniat keluar kamar.
"Eh, kenapa lo?" tanya Jessica aneh melihat Alex tidak merespon apapun dan malah diam terpatung memandangnya. "Lo kerasukan apaan?" ia berusaha melambai-lambai kan tangan didepan wajah Alex.
Sadar dengan tingkah Jessica, Alex pun kemudian mulai beraksi dengan menangkap tangan Jessica yang berada didepan wajahnya lalu memlantingnya sedikit tapi mampu mebuat Jessica teriak kesakitan dengan suara manjanya.
"Aaaa, Aaa, Sakit. Sakit." ngeringik Jessica.
"Makanya kalau masuk ke kamar orang itu ketuk pintu dulu, jangan asal masuk saja." tegur Alex kemudian melepas tangan Jessica.
Setelah tangannya terlepas, Jesica pun mengelus-elus pergelangan tanga bekas cengkraman Alex barusan. "Beraninya sama cewek. Awas saja kalau Jon ada disini, habis lah lo di hajar dia." Adu Jessica seperti anak kecil.
"Oh, aku takut." Alex berlagak ketakutan kemudian memasang wajah garang. "dasar tukang ngadu." lanjutnya membuat Jessica merasa tersinggung.
"Apa lo bilang?? Lo pik-" Ucapan Jessica terhenti ketika satu telapak tangan Alex menempel sampai pada hidung Jessica dan hampir mengenai bibir Jessica.
"Udah diam." malas Alex. "rasanya nyaring sekali ocehan lo di telinga gue." lanjutnya.
Jessica yang cukup kaget dengan pergerakan Alex tadi, langsung menepis tangan Alex. "Apaan sih lo?! Gue kesini karena disuruh mama manggil elo. Kalau bukan mama yang nyuruh mana mau gue nyamperin lo kesini." ketus Jessica menatap dengan pandangan tidak suka.
Alex menghela napas lalu berjalan melewati Jessica dan meninggalkan gadis itu didepan kamarnya begitu saja.
****