Sore hari tiba, waktunya Jonathan untuk pulang dan kembali lagi terbang ke Australia. Dengan berat hati Jessica dan Jonathan berpisah tetapi apalah daya sebab itu harus dilakukan. Demi masa depan mereka kelak.
Di ruang tamu, Jessica masih memeluk manja Jonathan seperti anak kecil yang tak mau dipisahkan oleh orang tersayang.
"Aku bakalan kangen banget." manja Jessica.
"Aku juga." kecup kening Jessica. "kamu sendiri tahu, alasan ku pulang sebentar karena aku merasa cemburu dan ingin memastikan kamu tetap menjaga cinta kita." terang Jonathan.
Mereka yang saling berpelukan sebelum berpisah, kini terusik dengan kedatangan Alex yang tiba-tiba berkata. "Ini dunia nyata, bukan dunia drama-drama." singgungnya.
Jessica melirik kesal kearaha Alex kemudian melepas pelukannya dan berniat akan berkat, sayangnya belum sampai mengeluarkan suara mamanya datang sehingga mengurungkan niatnya untuk berkata kasar kepada Alex. Ia pun hanya menarik salah satu ujung bibirnya kesamping dengan tatapan sinis.
Kemudian berjalan menghampiri mama Jessica kemudian mencium punggung tangan sebelum berpamitan pulang. "Jonathan balik dulu ke Australia dulu, te."
Dengan ramah mama Jessica tersenyum manis. "Iya, kamu jaga diri baik-baik disana." tutur mamanya.
lalu Jonathan melihat Alex, ia pun hanya tersenyum tipis dengan tatapan yang tidak terbaca. "Gue balik dulu. Lo enggak perlu ngejagain Jessica, karena dia bisa jaga dirinya baik-baik." ucap Jonathan datar tetapi mampu mengundang geli tawa Alex.
"Tenang aja, gue juga enggak mampu menjaga dia. Gue bukan bodyguard-nya." balas Alex lalu mengulurkan tangan berniat berjabat tangan yang diterima dengan Jonathan.
Akhirnya Jonathan pun meninggalkan Jessica dan yang lain. Jessica menemani Jonathan sampai kekasihnya ini masuk kedalam taksi. Ia tetasp berdiri didepan rumah hingga taksi itu menghilang dipengujung jalan.
Jessica masih menatap kosong kearah jalan dimana taksi itu telah menghilang untuk beberapa saat, kemudian ia berniat masuk kedalam masuk. Pada saat berbalik badan, Jessica malah menubur tubuh kokoh Alex yang tadinya berniat membuat Jessica kaget. Namun yang ada Jessica malah menumbur tubuh Alex.
Jessica yang muncur beberapa langkah seketika memasang wajah musam kepada Alex." Apaan sih lo?! Kurang kerjaan banget ngalangi jalan gue!" ketusnya berlalu dan memutuskan untuk masuk kedalam rumah meninggalkan Alex yang diam membeku ketika merasakan tumburan beberapa detik yang lalu.
Alex terbengong-bengong dengan dirinya sendiri sambil tangan kirinya memegang d**a bidangnya menatap kepergian Jessica. Ia seolah merasakan sesuatu didalam hati yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan. Suatu getaran yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Angin apa itu? Rasa apa ini? Kenapa tiba-tiba mampu menggetarkan hatinya yang jauh didalam sana? bertanyaan demi pertanyaan muncul di benak Alex saat ini.