Enam Puluh Enam

1535 Kata

Loy menghela nafas berulang kali dengan perasaan gelisah. Nafasnya memburu setiap kali mengingat Nazeela yang tertawa bersama Joe seolah tak ada masalah diantara keduanya. Tak tahan dengan kegelisahannya, Loy akhirnya meraih kunci mobil dan segera keluar dari kamarnya. Ia ingin memastikan sendiri bahwa ia tidak gelisah untuk hal yang tak berguna. "Mau ke mana Loy? Ini sudah malam." ujar Ibunya yang baru sepuluh menit lalu pulang dari restoran. "Aku ingin mencari udara segar." ujarnya terburu-buru. Loy membawa mobil menuju ke butik Nazeela, meski merasa bodoh karena pasti sekarang ini butik itu sudah tutup. Ia hanya berharap ada pegawai Nazeela yang memberitahukan alamat bosnya itu. Tidak membutuhkan waktu yang begitu lama untuk Loy sampai di butik Nazeela, hanya 25 menit. Ia keluar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN