Penyesalan Sella

983 Kata

"Tanpa Restorative Justice... apa tidak ada cara lain?" Suara Jonathan bergetar, terdengar seperti bisikan putus asa seorang pria yang sedang melihat dunianya runtuh. "Apakah unsur pembelaan diri atas fitnah dari keluarga Sella bisa dijadikan argumen?" tanya Aditya tiba-tiba. Suaranya lesu, memotong pertanyaan Jonathan sebelum sempat dijawab oleh sang pengacara. Aditya mencondongkan tubuh, menatap pengacara Hardianto. "Aku juga harus ikut bertanggung jawab. Akulah yang memutuskan untuk melakukan konferensi pers itu secara terburu-buru, tanpa memikirkan risikonya. Aku yang juga bertanggung jawab." Hardianto menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi kulit yang dingin. Ia menatap Aditya dengan kilat iba yang samar, namun sorot matanya tetap profesional dan tegas. "Jika kita berargumen bahw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN