Restorative Justice

1257 Kata

Namun, sebelum jemarinya menyentuh layar, tangan Andreuw yang besar dan hangat bergerak lebih cepat, mengambil ponsel itu dari genggaman Tassya dengan kelembutan yang memaksa. Tassya tertegun, menatap tangannya yang kini kosong, lalu beralih menatap Andreuw dengan wajah penuh tanya. “Tassya, nanti saja lihat beritanya, dengarkan aku,” Andreuw mencondongkan tubuhnya ke depan, menebarkan aroma parfum maskulin yang memabukkan, sementara senyum manis yang mematikan tersungging di bibirnya. “Apa kau mau menjadi asisten pribadiku?” Darah Tassya seolah berdesir hebat hingga ke puncak kepala. Wajahnya mendadak merona merah, matanya berbinar penuh harap. “Men-menjadi asisten pribadimu? Tentu saja!” “Kalau begitu, kau tidak perlu kembali ke rumah sakit itu lagi.” Andreuw mengelus punggung tangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN