Jebakan yang Mengerikan

1351 Kata

Jonathan duduk dengan punggung tegak di ruang Komite Medik. Di hadapannya, tiga orang dokter senior, satu di antaranya spesialis bedah umum kawakan—sedang meneliti berkas portofolio miliknya. Ruangan itu sunyi, hanya terdengar suara lembaran kertas yang dibalik, menciptakan tekanan yang cukup untuk membuat dokter muda manapun berkeringat. Namun, Jonathan hanya duduk tenang, jemarinya yang panjang dan terampil, jari seorang pembedah—saling bertaut di atas meja. "Spesialis Orthopedi dan Traumatologi dari universitas ternama, dengan sub-spesialis Spine," gumam Dokter Harris, sang ketua komite, sambil menatap Jonathan dari balik kacamatanya. "Rekam jejakmu di Jakarta sangat impresif, Dokter Jo. Kau banyak menangani kasus fraktur kompleks akibat kecelakaan high-impact." Jonathan mengangguk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN