Melisa tersenyum melihat Alfath yang membaca buku dengan mulut komat-kamit penuh rasa kesal. Hal tersebut disebabkan karena Melisa yang memaksanya untuk membaca buku pelajaran yang akan diujiankan tak lama lagi. Alfath sangat malas membaca, juga menulis. Buku yang dibacanya kini bukanlah buku hasil tulisannya. Buku yang kini Alfath pegang adalah sebuah buku yang memiliki ketebalan sekitar tujuh sentimeter dengan judul ‘Kiat-kiat sukses Ujian Nasional’. Sungguh, Alfath merasakan matanya sakit hanya dengan melihat ketebalan buku ini. Materi pertama diawali dengan mata pelajar Bahasa Indonesia. Dan Alfath merasa jika dirinya sudah merasa cukup untuk berbahasa. Namun, ketika ia kan melewati materi pertama tersebut, Melisa langsung melarangnya dengan berkata, “Kamu pikir mata pelajaran Bahas

