Papa dan Putranya

1094 Kata
Berbeda dengan Melisa dan kedua orang tuanya yang langsung memutuskan pulang setelah pertemuan berakhir, Alfath dan ayahnya yang bernama Fatih justru masih berdiam diri di tempat. Fatih tahu jika anaknya pasti masih merasa kaget akan semua ini, apalagi mengenai fakta jika ia akan menikahi gurunya sendiri. “Kamu gak perlu khawatir, Melisa itu perempuan baik,” ujar Fatih mencoba untuk menonjolkan kebaikan dalam diri calon menantunya. Fatih tahu jika cinta tidak bisa dipaksakan. Sebagai anak yang hidup di zaman modern, Alfath pasti ingin memilih pasangannya sendiri tanpa campur tangan orang tua seperti zaman dahulu. Tapi ini adalah sebuah amanah yang dititipkan oleh mendiang Naima, mau tidak mau AlFath harus melakukannya. “Dia juga kayaknya gak akan kekang kamu,” tambah Fatih. Tapi bukan itu yang menjadi kekhawatiran Alfath. Ia tidak peduli wanita seperti apa Melisa, juga tidak peduli jika Melisa mengekangnya nanti. Karena setelah pernikahan nanti ia akan tetap menjadi dirinya sendiri. Tidak akan mencoba untuk menjalin hubungan suami istri dengan wanita itu. Yang Alfath khawatirkan adalah bagaimana jika suatu saat nanti Najihan mengetahui semua ini. Kekasihnya itu pasti akan merasa sedih, kecewa, dan sakit hati. Bahkan Alfath tidak sanggup untuk membayangkan wajah sembab Najihan. Gadis itu terlalu ia cintai dan terlalu mencintainya. Alfath tidak akan pernah tega untuk menyakiti perasaannya. Yang paling Alfath takutkan adalah kemungkinan jika gadis itu akan meninggalkannya. Tidak, itu tidak boleh terjadi! Bahkan Alfath merasa sesak hanya karena membayangkannya. Ia benar-benar harus memutar otak untuk menyembunyikan berita pernikahannya kepada semua orang. Dan ia juga harus mulai menyusun rencana untuk mengakhiri pernikahannya nanti tanpa menimbulkan masalah. Lucu sekali, ia baru akan menikah tapi sudah merencanakan perceraian nantinya. “Kamu punya perempuan lain?” Pertanyaan yang dilontarkan oleh Fatih membuat Alfath mendongak, sepertinya Fatih memahami keadaan Alfath meski putranya itu tidak mengatakan apa-apa. “Iya, Najihan namanya. Dia temen sekelas aku, Pa.” Fatih menegakkan posisi duduknya dan menumpukan kedua sikunya di atas meja. Matanya menyorot penuh peringatan. “Sebelum pernikahan, akhiri hubungan kalian.” “Enggak akan, Pa!” tegas Alfath, bahkan tanpa disadari ia meneriaki ayahnya sendiri. Tapi ia merasa memang perlu melakukan itu. Alfath tidak mau jika perjodohan ini membuatnya harus meninggalkan Najihan. Ia menyetujuinya karena perjodohan ini merupakan amanat mendiang ibunya. Tapi bukan berarti ia akan terbelenggu selamanya. Pada akhirnya Alfath akan berpisah dengan Melisa dan akan menikahi Najihan. “Lalu kamu mau menduakan istri kamu sendiri?” “Dalam kasus ini Bu Melisa yang jadi wanita ke-dua, Pa. Aku pacaran sama Jihan udah dua tahun,” jelas Alfath frustrasi. “Jadi kamu mau memiliki mereka berdua?” Alfath menggeleng tegas. “Enggak! Alfath sama sekali gak berniat untuk memiliki Bu Melisa.” Fatih menatap tajam putra semata wayangnya dan mencondongkan tubuhnya ke depan dengan jari telunjuk yang menunjuk tepat ke arah puncak hidung anaknya. “Jangan coba-coba untuk menjadi laki-laki b******k!” 0o0o0o0o0o0o0 “Jadi gimana soal perjodohan lo?” Alfath tengah memejamkan matanya ketika Keanu bertanya. Setelah sempat bersitegang dengan ayahnya Alfath memutuskan untuk pergi ke rumah Keanu. Fajri juga berada di sini, mereka berencana akan menginap. Kamar Keanu sudah menjadi kamar ke-dua bagi Alfath dan Fajri. Pertanyaan yang dilontarkan oleh Keanu membuat Alfath berpikir keras. Sebagai seorang manusia, Alfath ingin sekali berbagi cerita kepada kedua sahabatnya. Tapi mengingat calon istrinya adalah seorang guru baru di sekolah mereka, maka Alfath mengurungkan niatnya. Keanu dan Fajri akan sangat terkejut jika mengetahuinya. Yang lebih parahnya lagi, dua orang itu bisa saja memberitahukan berita perjodohannya kepada orang lain. Alfath tidak ingin ada sedikit pun gosip mengenainya yang berkaitan dengan perempuan lain selain kekasihnya sendiri. “Gak jadi,” balas Alfath cuek. “Gak jadi gimana? Maksudnya lo gak jadi ketemu sama perempuannya atau perjodohannya yang gak jadi?” Kali ini Fajri yang bertanya. Pria remaja itu menatap penuh keseriusan. “Dua-duanya. Gak jadi ketemu dan gak jadi dijodohin.” “Kenapa?” Alfath mengendikan bahunya, ia tidak ingin membahas masalah ini lebih lama lagi. Ia pasti akan kesulitan untuk menciptakan kebohongan untuk menutupi perjodohannya. Alfath juga merasa takut jika dirinya keceplosan nantinya. “Yah! Sayang banget kenapa gak jadi sih?” Keanu mendesah tak suka. Dan hal tersebut berhasil membuat Alfath membuka matanya seraya bertanya, “Kok lo kayak gak seneng gitu?” “Kalau lo dijodohin berarti nanti lo bakal putus sama Jihan. Kalau kalian udah putus berarti gue bisa maju buat deketin Jihan,” jelas Keanu tanpa dosa. Alfath hanya menatap datar ke arah Keanu, ia tahu jika kalimat yang dilontarkan oleh pria itu hanya sebuah candaan. Tapi tetap saja ia merasa sangat kesal. “Dasar Buaya! Awas aja kalau berani deketin Jihan!” “Ya gak jadi kalau lo masih hubungan sama dia. Lagian gue kayaknya sekarang lebih tertarik ke Bu Melisa deh.” Fajri tiba-tiba menyahut dengan semangat, “Bener, cakep banget Bu Melisa. Masih muda lagi, senyumnya juga manis banget!” Alfath memilih untuk tidak masuk ke dalam topik pembicaraan keduanya. Ia merasa tidak nyaman untuk membahas wanita yang tak lama lagi akan ia nikahi. Tapi Alfath merasa gamang, ada secuil perasaan tak suka ketika Keanu berkata bahwa dirinya akan mendekati Melisa. Ia juga merasa ada yang janggal dengan perasaannya ketika Fajri memuji Melisa. Mungkin ini hanya karena wanita yang menjadi topik pembicaraan kedua sahabatnya adalah wanita yang akan menjadi istrinya. Tidak mungkin ada alasan lain semacam cemburu, tidak mungkin! Tidak ingin terhanyut dalam lamunannya sendiri, Alfath mencoba untuk menyahut, “Masa lo mau deketin perempuan yang lebih tua? Gak cocok tahu!” “Ya emangnya kenapa? Zaman sekarang banyak kok yang nikah tapi gak sebaya. Lagian Bu Melisa itu belum tua, cuma beda lima tahun doang sama kita. Terus yang terpenting Bu Melisa itu cantik!” balas Keanu cepat. Ah! Alfath melupakan fakta jika satu di antara dua sahabatnya itu adalah seorang pemain wanita. Keanu tidak akan pilih-pilih untuk mendekati wanita mana pun. Bahkan Melisa yang berstatus sebagai gurunya. Namun seketika Alfath meringis ketika mengingat bahwa ternyata dirinya lebih parah dari Keanu. Keanu hanya akan mendekati guru, tapi Alfath bahkan sudah mau menikahi gurunya sendiri. “Betul banget, Bu Melisa cantik. Tapi kalau gue, tetep aja gak berani deketin. Gimana pun dia guru di sekolah. Kalau nanti dia sakit hati bisa-bisa nilai mata pelajaran Bahasa Inggris di rapor di bawah rata-rata!” ungkap Fajri mengutarakan isi pikirannya. Alfath memikirkan perkataan Fajri yang ada benarnya. Ia tidak akan memperlakukan Melisa dengan baik nanti, jadi sudah dapat dipastikan jika nilainya akan buruk. Baiklah, tidak seharusnya Alfath memusingkan perihal nilainya. Toh, selama ini ia tidak pernah mendapatkan nilai bagus dengan murni. Selalu ada campur tangan Najihan di setiap jawaban yang ia tulis di lembar ulangan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN