Nina terlihat lebih tenang saat ini. Apalagi melihat keadaan suaminya lebih baik. Sekarang dia harus menyelesaikan masalahnya bersama Rey. Nina tak ingin terus berlama-lama hidup terpisah dengan Aldio. Baru saja Nina sampai , ia sudah melihat pemandangan menyebalkan. Mobil Rey terpampang rapih depan halaman rumahnya. Entah kapan dia bisa mempermalukan pria itu. "Nina." Gumam pria itu saat Nina masuk kedalam rumahnya sendiri. Nina melirik kesal, ia menberikan senyum palsunya. "Rey, kamu kok disini?" ucap Nina mendekat seolah ia senang kehadiran pria itu, padahal ia merasa sangat jijik setiap kali melihat wajah Rey yang sukses melilitkan perut Nina seketika. "Kamu kemana ajah. Dari kemarin aku khawatir banget dengan keadaan kamu." Rey bangkit dari duduknya memeluk wanita itu. Sialnya

