Setelah berhari-hari di rumah sakit, akhirnya dokter memperbolehkan Aldio pulang. Memar di tubuhnya juga sudah mulai berkurang. Pria itu tak sabar ingin bertemu Dini. Sejak berada rumah sakit, tidak ada satu orang yang membawa putrinya Dini. Dan sekarang ia tak sabar bertemu dengan gadis kecilnya itu. "Sayang.. Kamu serius pulang kerumah kak Zio?" tanya Nina yang menyetir mobil. Wanita itu tidak memperbolehkan Aldio untuk menyetir dulu. Aldio mengangguk sambil melihat pemandangan yang sudah hampir seminggu tak nikmati. "Disana ada Dini, kan. Aku tak sabar ingin bertemu dengan tuan putriku." Nina tersenyum dengan sikap kekanakan Aldio. Padahal biasanya pria itu selalu menolak jika harus menginap rumah Zio, ia gengsi menumpang dengan saudara tertuanya itu. "Aku cuma antar kamu, dari ke

