Tidak! Tidak! Mela tidak mau terjadi apa-apa pada Aarick. Mela tidak mau Aarick mengalami nasib yang sama dengan dirinya. Aarick pasti berada di rumah sakit, sedang menjalani operasi saat ini atau bisa saja sudah selesai di operasi karena Mela sendiri tidak tahu sudah berapa lama ia di dalam kamar kosong ini. “Aaaaaaaa....” Kembali Mela berteriak, namun suaranya hanya sampai di tenggorokan saja. Air mata sudah jatuh melewati pipinya, saat ini... Mela hanya ingin tahu keadaan puteranya, keadaan Aarick, ia tidak ingin berandai-andai kalau Aarick sudah selesai di operasi. Netranya yang basah memindai seluruh ruangan, ada satu kamera yang terpasang di sudut kanan atas. Mela mengerti, ia sedang di awasi. Karena itu, Mela menatap tajam pada kamera, berharap orang yang ada di belakang sana me

