LaD - kebangkitan.
Gue terkejut sama apa yang gue lihat sekarang, bener-bener nggak mungkin sih, untuk seorang wyren yang baru aja gue taklukan ternyata bisa memiliki kekuatan yang begitu luar biasa di sana, bahkan dia juga bisa mengumpulkan energi sihir di sekitar untuk di jadikan energi yang membangkitkan kekuatan dalam dirinya. Bukankah itu luar biasa.
Sampai sini gue jadi sadar seberapa tertinggal ya pengalaman gue dibanding mereka yang sudah terlahir di dunia ini. Hanya dari segi penggunaan skill gue bisa dikatakan yang terbaik, tapi cara bertarung dan cara mengumpulkan energi sihir di sekitar, gue masih terbilang awam.
Lalu, setelahnya gue di terkejut lagi setelah melihat apa yang di lakukan oleh wanita itu, di mana Silvana yang mulai mengendalikan energi sihirnya dan menjadikan untuk merubah diri serta kekuatan yang ada di dalam dirinya.
Benar-benar tidak pernah terpikirkan olehku, saat dia berusaha berevolusi utuk menjadi sosok yang hampir mendekati demon orge.
Lalu sebuah hal mulai gue sadari ketika pengalaman yang di dapatkan oleh Silvana serta kekuatan yang ada pada dirinya seolah masuk ke dalam diri gue, walau nggak terlalu banyak, tapi gue bisa merasakan kekuatan ini.
Dan entah kenapa gue jadi merasa sedikit tenang.
Walau sempat terkejut juga karena serangan dadakan yang dia lancarkan untuk membunuh satu Yeti yang menyerang gue secara tiba-tiba, tapi sisi terbaiknya, gue malah mendapatkan sesuatu yang luar biasa di sini.
Energi yang masih terasa sangat segar.
Gue tersenyum pelan lalu membiarkan Silvana selesai dengan urusannya, karena gue akan menikmati hidangan pembuka yang gue harap bisa menjadi suplai dan memiliki inti sihir yang cukup untuk perkembangan kekuatan gue.
Gue menatap Yeti yang tergeletak dengan kepala yang berlubang karena tembakan energi sihir tadi.
Sungguh di sayangkan, padahal gue bisa mendapat sedikit informasi ketika monster ini benar-benar utuh, tapi ya mau gimana lagi.
Nikmati apa yang ada aja udah.
Skill : predator aktivasi!
Lalu setelahnya gue hanya tinggal menunggu proses selesai, di mana api hitam yang membungkusnya tubuh Yeti itu mulai melahap habis sosok dan energi sihir yang terasa begitu nikmat ini, tidak pernah mengecewakan memang.
Energi sihir dan kekuatan yang di miliki oleh mereka memang terbaik untuk meningkatkan kemampuan dalam diri.
Setelah selesai melahap inti sihir milik Yeti, gue mulai mencari-cari apakah masih ada yang bisa gue lahap selain monster bodoh ini?
Gue tersenyum sebentar sebelum berpindah dengan cepat ke arah Yeti yang sedari tadi mengawasi gue dari belakang. Lalu sontak saja dengan skill predator mutlak gue bisa melahap monster sekelas mereka yang memiliki kadar kekuatan cukup standar.
Jadi nggak ada salahnya gue menjadikan mereka semua sebagai hidangan pembuka sebelum sesosok yang lebih kuat dari mereka datang.
Karena dari posisi gue saat ini gue bisa merasakan betapa kuatnya energi yang akan datang sebentar lagi. Kekuatan yang sangat dahsyat dengan inti sihir yang sungguh kuat. Gue jamin inti kristal dari monster yang akan muncul kali ini pastilah sangat besar dan gue jamin Dino pasti akan suka ketika gue pulang dengan membawa oleh-oleh seperti itu.
Sistem : proses penyerapan selesai, menyalin ingatan dan skill yang tersedia. Mengambil kemungkinan untuk menyimpan dan menyerap energi sihir ke dalam tubuh.
Gue benar-benar terbantu dengan sistem yang ada, dan tanpa perlu repot lagi untuk mengurus hal remeh seperti ini, gue bisa langsung mengaktifkan skill dan memproses semua dengan bantuan sistem.
Udah gue bilang kan, dunia ini tuh seolah mainan buat gue, di mana gue memiliki kemampuan yang bisa dikatakan seperti cheat atau sebuah kecurangan.
Namun, memiliki kelebihan seperti ini tentu nggak akan membuat gue sombong, karena sejatinya gue memiliki satu tujuan yang ingin gue capai sebelumnya. Tentu saja, membuat dunia tanpa ada pertikaian dan juga perselisihan. Gue hanya ingin menciptakan dunia penuh keindahan dan yang paling penting. Gue harus membalaskan dendam sang naga agar gue nggak terkurung akan rasa bersalah terus.
Hutang harus segera di bayar lunas. Seperti itulah yang gue terapkan dalam diri gue, jadi ya sebisa mungkin gue harus membayar semua yang udah diberikan orang ke diri gue.
"Jadi, siapa lagi selanjutnya?"
Gue menghela napas pelan, setelah selesai menyerap inti sihir dari Yeti yang masih hidup membuat gue bisa memikirkan dan menyalin ingatan dari Yeti tersebut.
Dari sini gue jadi tau ada berapa jumlah total Yeti yang ada di dalam dan Yeti yang menurut gue berbahaya. Gue di sini hanya akan memburu beberapa monster yang menurut gue memiliki potensi membahayakan diri gue dan para orge serta desa yang akan gue bangun nantinya, jika menurut gue meraka nggak terlalu berbahaya maka gue nggak akan setega itu membunuh mereka.
Gue menoleh kearah kanan gue, tepat di mana Yeti yang lain bersembunyi di balik sebuah pohon besar dan di sisi kiri gue di dalam semak-semak yang cukup lebat. Gue menyeringai kecil saat menyadari ada mangsa lain yang tak jauh dari gue. Karena sejatinya mereka semua adalah tiga Yeti yang sejak awal sudah mengawasi kami. Entah apa tujuan mereka tapi yang jelas, mereka adalah mangsa empuk untuk gue.
Entah akan ada berapa banyak lagi Yeti yang datang dan akan menjadi makanan gue hari ini. Tujuan gue hanyalah untul terus tumbuh dan berkembang, mengembangkan skill yang menurut gue berguna dan mengumpulkan energi sihir yang sejatinya bisa memperkuat tubuh gue. Karena semua hal itu penting untuk, di dunia ini gue harus lebih kuat dan mendominasi, jangan sampai kejadian di kehidupan sebelumnya terulang kembali karena hal itu pasti akan sangat menyedihkan di dunia ini.
Dan yang jelas secara nggak langsung gue harus menyiapkan tubuh gue agar suatu hari ketika gue bertemu dengan iblis sialan yang sudah mengurung sang naga di gua itu, gue sudah memiliki kemampuan untuk mengalah dia, walau gue sendiri nggak tau seberapa kuat iblis itu, tapi nggak ada salahnya buat bersiap kan?
Gue menggunakan skill teleportasi lu berpindah ke belakang tubuh Yeti di sisi kanan gue yang saat menyadari kehadiran gue dia terkejut dan memasang raut ketakutan di sana.
"Predator!"
Gue nggak mau terlalu lama menghabiskan waktu di sini, mengingat akan ada sosok yang menyeramkan dengan energi sihir yang sangat besar muncul sebentar lagi, gue harus mengambil waktu untuk menghabisi mereka semua.
Setelah berhasil melahap satu Yeti lagi dan menelan kembali energi sihir yang masih benar-benar segar, gue langsung berpindah menggunakan skill teleportasi kebelakang tubuh Yeti yang ada di belakang semak-semak, tapi setelah gue sampai, gue sama sekali nggak menemukan sosok itu di sana, sial. Dia pasti kabur!
Gue langsung menggunakan skill pemindai untuk menemukan keberadaan buruan gue. Dan tak lama setelahnya gue berhasil menemukan sosok itu yang tengah berlari ke arah barat dengan wajah ketakutan.
Gue langsung menggunakan skill teleportasi lagi untuk mengejar monster itu lagi.
Dan tak perlu waktu yang lama, gue sudah berdiri tepat di depan teti yang melarikan diri tadi.
"Ti-tidak, apa yang akan kau lakukan padaku!"
Gue tersenyum ketika melihat raut ketakutan yang ada di wajahnya, dia benar-benar melihat semua yang terjadi pada rekan-rekannya hingga begitu ketakutan saat menyadari kedatangan gue. Ya wajar sih, hal itu adalah reaksi umum ketika melihat sosok yang lebih kuat dari dirinya mulai datang dan mendekat, tapi bukan itu tujuan gue saat ini.
"Predator!"
Seketika, Yeti tadi sudah tak berbentuk lagi dan menjadi salah satu mangsa yang siap untuk menjadi koleksi dalam tubuh gue.
Nggak sulit memang setelah gue mendapatkan skill teleportasi dan skill predator seperti ini membuat gue bisa dengan mudah menaklukkan segala hal seperti monster kuat sekalipun.
"Jadi, sekarang apa lagi?"
Gue melirik ke bawah melihat kearah di mana Silvana baru saja menghabisi satu Yeti yang lain. Di sana dia benar-benar menggunakan kekuatannya untuk melawan dua Yeti yang lain. Kecepatan yang dia miliki berkembang begitu pesat bukan hanya itu saja, di dalam transformasi kedua yang membuat kemampuannya naik dua kali lipat itu dia benar-benar bisa mengembangkan kemampuan fisiknya dan bergerak seperti yang dia inginkan.
Nggak heran kenapa dia bisa menjadi seorang penjaga di tempat ini, karena kemampuan yang dia miliki memang sangat pantas untuk hal itu.
"Jadi mari menonton untuk sebentar."
Gue memilih duduk dan melihat cara Silvana bertarung, sembari mengumpulkan energi sihir yang terpakai untuk menggunakan skill predator tadi. Gue menunggu untuk mengambil Momen yang pas agar bisa memberikan serangan mutlak kepada monster Yeti yang akan datang sebentar lagi.
Momen di mana gue akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa setelah melahap tubuh Yeti kuat di sana. Yeti yang hampir setara dengan demon orge sebelumnya.
Sungguh betapa beruntungnya diriku, dan tidak sabar bertapa menyenangkannya melahap sosok yang memiliki kemampuan dan kekuatan yang benar-benar luar biasa di sana.
Lalu gue terkejut seketika saat melihat Silvana menggunakan seluruh kemampuannya hingga membuat satu Yeti penjaga hancur seketika di sana.
"Kenapa Lo hancurin bodoh!" Teriak gue yang menyayangkan hal itu terjadi, padahal jika dia bisa bersabar sedikit saja gue bisa mendapatkan inti sihir yang lainnya.
Sial, Silvana memang harus diajarkan untuk menahan kekuatannya agar tidak merusak barang buruan lagi.
Dia menoleh kearah gue menatap gue sebentar sebelum menggaruk belakang kepalanya.
"Sebisa mungkin jangan hancurkan mereka, karena gue butuh inti sihir yang ada di tubuh mereka!"
Gue memang membutuhkan banyak inti sihir untuk membangun kekuatan yang ada di dalam diri gue. Semua untuk kepentingan gue sendiri, walau begitu gue juga harus bisa memilah mana yang penting untuk gue, dan mana yang tidak akan berguna untuk gue sekalipun.
Dan Silvana malah menghancurkan satu Yeti yang terbilang sangat berguna dengan kekuatan yang dia mimi saat ini, sungguh di sayangkan, aku harap masih ada sisa energi sihir di dalam tubuhnya.
Gue mengangkat tangan ke depan, kamu mengarahkan ke arah Yeti yang sudah hancur dan hanya sidah setengah badan tadi. "Lahap!"
Dan seketika itu cahaya hitam muncul lalu menuju kearah Yeti tadi, sebelum akhirnya sebuah mulut hitam dari bawah tubuh Yeti tadi muncul dan berbentuk seperti mulut monster yang siap melahap mereka.
Gue nggak tahu pasti, tapi seiring naiknya level predator, dia juga terus berkembang dengan bentuk baru dan juga kemampuan baru yang benar-benar tak masuk di dalam nalar sekalipun.
Bahkan bukan hanya skill predator, skill pemindai dan juga skill teleportasi yang sering kali gue gunakan ikut berkembang dengan meluasnya kemampuan yang dia miliki. Dan tidak hanya sampai di sana saja. Mereka juga mulai membuat gue sebagai pemilik benar-benar merasa beruntung karena energi sihir dan stamina yang gue gunakan untuk mengaktivasi skill itu tergolong rendah dan tak terlalu banyak menyerap stamina.
Entah akan sejauh mana semua skill yang gue miliki berkembang. Namun yang jelas gue akan menikmati semua proses di mana mereka berkembang dan membuat gue semakin berkembang bersama skill yang gue miliki.