titik terakhir

1785 Kata
“GRRRAAAAAAAAAAAAWRR” Aku tersenyum kecil ketika menyadari pemimpin dari tempat ini sudah repot-repot menyambut dirimu dan juga tuan Erix. Maka aku tidak harus repot-repot untuk masuk ke dalam, aku hanya perlu membunuhnya sekarang bukan? Untuk mendapatkan poin experience dan energi sihir murni maka aku harus berusaha untuk mengendalikan kekuatanku agar tidak membuat mangsa ku kembali hancur seperti sebelumya. Sial, mengendalikan kekuatan yang begitu besar ini membuat ku benar-benar kesulitan, entah apa yang akan terjadi ketika aku melepaskan semua sihir ini, apakah monster Yeti bodoh ini akan hancur seperti bawahannya yang lain? Jika iya maka akan sangat sulit untuk mengendalikan kekuatan ini agar inti sihir di dalam diri mereka tidak hancur seperti tubuhnya. "Tuan, apakah aku tidak boleh menghancurkan yang satu ini?" Tanyaku sembari menoleh. Aku yakin jawabannya pasti tidak boleh, karena tuan terlihat sangat tergila-gila dengan ini sihir yang bisa memberinya kekuatan lebih dan lebih. "Nggak! Gue membutuhkan tubuhnya untuk memperkuat diri gue! Cukup tadi yang Lo hancurkan, jangan yang satu ini lagi!" CK! Seperti dugaan ku, aku pasti akan kesulitan untuk mengalahkan monster ini, akan menggunakan banyak tenaga untuk menumbangkan dirinya tanpa membuat tubuhnya remuk. Lalu sebuah hal terjadi, membuat ku mundur beberapa langkah karena hal itu dan seketika aku melihat tanaman merambat yang aku tahu itu beracun mulai menjalar dan menutupnya tubuh sang Yeti hingga membentuk Elderwood Guardians mengembang saat wajah terbentuk di dalam gelombang. Wajah itu menatapku dengan tajam. Tatapan yang tak seharusnya didapatkan olehku yang memiliki kedudukan tinggi di tempat ini wajah yang dulu memandang ku dengan penuh ketakutan. Kimi malah sebaliknya, dia menatapku seolah-olah aku adalah serangga, bukankah itu memalukan, di saat aku sudah menjadi lebih kuat dari sebelumnya, dia malah memandang rendah diriku? Sungguh sial! Siapa sangka aku harus di buat pada posisi ini. Harus mengatur kekuatan agar aku tidak merusak inti mana, di saat aku bisa saja menghancurkan tubuh itu dengan sangat mudah. Sungguh disayangkan, aku mungkin bisa bersenang-senang dengan kekuatan ini jika tuan tidak melarang ku. "Ayo bermain!" Aku menyeringai. Karena sedari tadi dia tidak bergerak mengikuti kemana aku pergi, seharunya dia yang memulai serangan agar aku bisa bersenang-senang lebih cepat, bukan malah mengikuti dan hanya menjadi seorang yang menyerang tanpa bisa menyentuh. Lalu aku menyeringai kecil saat melihat tubuh besar itu mulai memberikan serangan dengan cepat, tapi, satu kemampuan ruang dan waktu yang sudah ku kembangkan sangat berguna sekarang, aku bisa memainkan peran dan menggunakan aquire untuk memperlambat dan menghindari serangannya. Lalu menggunakan skill perpindahan untuk menjauh dari tubuh monster itu. Dunia bergerak di sekitarku dalam gerakan lambat, tali sayangnya kekuatan dari Elderwood Guardian benar-benar kuat bahkan ketika aku melompat untuk menghindari serangannya, hembusan angin akibat serangan Elderwood Guardian menerjang kakiku membuat ku hampir terkena serangan secara langsung dan tumbang saat itu juga. Tidak ingin mendapat efek dari serangan ktu, aku langsung memperpendek jarak antara Elderwood Guardian dan diriku dalam sepersekian detik ketika angin mendorong diriku dan membuat kawah yang lebih besar dari bekas ledakan melawan Yeti tadi. Dengan posisi ini, aku yakin posisi yang tepat untuk menggunakan kemampuan itu, kemampuan yang akan membuat tuan Erix terkejut lagi, skill yang sudah aku kembangkan diam-diam selama pertarungan ini. Hoho, benar, puji lah aku, tuan. Aku benar-benar puas saat menunjukkan tempat ini pada tuan, di mana aku bisa melepaskan semua rasa penasaran dalam diri ketika mendapat kekuatan ini, kekuatan yang sungguh luar biasa. Bahkan Elderwood Guardian yang sejatinya memiliki kekuatan yang sangat besar hanya berupa lalat di hadapanku. Tapi tidak semudah itu untuk mengeluarkan skill yang akan aku gunakan untuk menghabisi Elderwood Guardian ini, dia sepertinya menyadari ketika aku akan menyerangnya dengan brutal, maka dia juga mulai menggunakan kemampuan khusus, skill pemanggil yang membuat tumbuhan besar muncul lalu menyatu dan berubah menjadi zirah yang terlihat sangat kuat di sana Tidak hanya itu. Dia juga menggunakan kemampuan zirah itu u tjk menyerang ku. memberikan serangan dengan akar merambat yang memiliki banyak racun sangat kuat. Serangan yang sangat kuat dengan beberapa pergerakan yang sangat cepat. Tidak hanya itu saja, dia juga menggunakan skill regenerasi yang sangat cepat untuk memulihkan akar yang ku hancurkan. Sialan! "Thunderclap Impulse!" Aku terpaksa menggunakan skill ini, skill hang hsrusnya masih dalam pengembangan untuk sebuah penyempurnaan lagi. Gelombang petir hitam terbentuk di sekitar tubuhku ketika aku dengan mudah menghindari ribuan tanaman merambat yang menembak ke arahku. Ini sangat sulit, tapi aku tidak bisa berhenti dan menyerah saat itu juga. Walau sulit, tapi aku bisa dengan mudah membakar dengan petir hitam milikku. Serangan ini bukanlah apa-apa ketika aku mendapatkan kekuatan tinggi seperti saat ini. Di mana hampir setengah kemampuan ku saja bisa menghabisi banyak akar yang berusaha menyentuh tubuhku. Tapi sialnya, setiap tanaman yang disentuh oleh petir hitam di sekelilingku langsung menghilang dan layu, tetapi untuk setiap tanaman yang mati, akan tergantikan dengan sepuluh tanaman beracun yang menerjang kearahku dengan sangat cepat, inilah skill regenerasi yang sangat aku benci. Benar-benar begitu merepotkan ketika harus menghadapi musuh yang bisa memperbaiki dirinya terus menerus. Sialnya, ternyata bukan hanya aku saja yang berkembang di sini, tapi semua monster yang sudah lama tidak aku datangi ternyata sudah berkembang pesat dan memiliki kemampuan baru yang benar-benar luar biasa. Sepertinya aku terlalu meremehkannya. Aku berhenti lalu menghadap kearah Monster busuk di sana, lalu dengan menggunakan tanaman merambat yang menyerangku sebagai pijakan, aku berusaha untuk terus bergerak dan menghindar dari setiap serangan tanaman merambat yang tak henti menerjang dan menyerang tanpa henti. Bahkan seiring waktu tumbuhan di sekitar Elderwood Guardian mulai berkembang dan terus bertumbuh hingga seukuran tubuhku, yang juga ditutupi duri, dan ketika aku mendekati inti dari Elderwood Guardian, mereka akan dengan sangat cepat menyerang ku tanpa henti. Layu, tumbuh lagi. Terbakar tumbuh lagi. Terus saja seperti itu hingga membuat ku benar-benar muak. Apakah dia tidak pernah kehabisan energi sihir hingga mampu menumbuhkan tanaman beracun seperti itu. Lagi dan lagi. Dan saat ini aku merasakan pergerakan ku mulai melambat, satu serangan tumbuhan merambat itu berhasil mengenai ujung wajahku hingga mengeluarkan sedikit darah segar di sana. Aku menoleh. Menatapnya nyalang dengan tatapan tak suka di sana. Dia benar-benar membuatku kesal dengan semua ini. Aku mendongak lalu menatap sosok itu dengan tajam."Kau!" Aku mengerang. Berniat untuk menyerang secara langsung, tapi hal kru tidak bisa aku lakukan. Di satu sisi pergerakan ku terasa begitu lambat dan tak bisa terkendali karena kemampuan ini benar-benar sulit untuk dikendalikan. Aku sudah bisa merasakan efek dari menggunakan fase kedua karena tubuhku bergetar dan aku menahan keinginan untuk muntah. Tubuhku sepertinya tidak akan bertahan lagi, tapi di sisi lain aku juga tidak bisa mengehentikan semua ini. Aku harus berusaha untuk mempertahankan dan melatih pengendalian fase keduaku agar aku tidak tertinggal lagi dari saudaraku! Sial aku tidak menyadari efek yang aku dapat dari penggunaan skill ini. Kenapa aku tidak menyadari dari awal. Perutku terasa begitu mual, tekanan dan kendali dalam diriku benar-benar minim. Aku harus bertahan dengan kemampuan ini. Bertahan dengan kendali penuh dalam fase keduaku. "Kalo Lo mati. Maka lo akan jadi santapan ku Silvana!" Saru teriakan itu membuatku menoleh dan melirik kearah tuan yang saat ini tengah berdiri menatapku. Sial kenapa saat-saat memalukan seperti ini harus datang ketika aku sudah bersikap keren tadi. Kenapa kau seolah-olah ingin mempermalukan diriku sialan. Aku tersenyum kecil, sepertinya aku benar-benar meremehkan dirinya sedari tadi. Jadi tidak ada salahnya jika sudah waktunya untuk mengakhiri ini. “blue Fire …” Kedua tanganku terbakar dan dilahap nyala api biru yang hampir membekukan udara di sekitarnya. Ini adalah keterampilan ofensif yang paling kuat yang kumiliki di fase ini, tetapi juga yang paling sulit dikendalikan. Karena kekuatan ini mampu menghancurkan segala ini yang ada di sekitarku, aku memang agak kesulitan, tapi tidak ada salahnya aku mengeluarkan kemampuan yang masih berada di tahap pembelajaran untuk mengaburkan mereka. Walau aku akan mendapatkan ocehan karena menghancurkan tubuh para Yeti ini, tapi tidak apa, aku akan melakukannya. Karena tidak ada yang bisa aku lakukan lagi. keterampilan Atribut Petirku lebih terfokus pada situasi satu lawan satu, aku mengarahkan teknik Atribut api ku untuk menciptakan kekacauan sebanyak mungkin, untuk berjaga-jaga jika aku membutuhkannya. Karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi ketika aku melepaskan ketrampilan api biru ini. Bisa saja aku mati karenanya. Dan hanya ada atribut api yang sudah ku persiapan untuk melindungi diriku dari setiap serangan ini. Api biru yang menyala di tanganku tumbuh lebih besar ketika aku menyerap partikel-partikel sihir ke dalam tubuhku.Menggunakan secuil kekuatan terakhirku, aku melemparkan keterampilan terakhirku. “… Absolute Zero” Aku tersenyum kecil saat melihat api biru itu mulai menerjang langsung kearah Elderwood Guardian. Tamat sudah, aku yakin dia akan hancur hanya karena satu serangan saja. Elderwood Guardian, yang berbentuk gelombang raksasa tanaman merambat, akan sangat mudah terbakar oleh api biru milikku, dan setelah itu tidak ada yang bisa diharapkan, setelah zirah tanaman merambat itu habis terbakar, tinggal tubuh Yeti bodoh yang bersembunyi di sana ikut terbakar seperti tanaman merambat yang tidak ada habisnya. Aku puas dengan apa yang aku dapatkan sekarang. *Cough* Fase kedua habis ketika aku batuk darah,tubuhku lalu jatuh bersama dengan serpihan api berkilauan yang pernah menjadi bagian legendaris milik ayah. Hal terakhir yang kudengar adalah gema yang jauh dari suara tuan Erix dan setelahnya aku sama sekali tidak tahu apa yang terjadi. _______ Erix Bodoh, apa yang di kepalanya itu. Bukannya udah gue bilang jangan menghancurkan tubuhnya, tapi dia malah ingin membakar habis Elderwood Guardian, kalau sampai gue telat beberapa detik saja. Gue yakin, nggak akan ada kesempatan kedua untuk gue bisa mendapat energi sihir yang melimpah ini. Sistem : proses pelahapan selesai. Elderwood Guardian sudah diubah menjadi energi dan beberapa skill secara otomatis diterima oleh anda. Huft... Hampir aja, gue melirik sekilas kearah Silvana yang masih tergeletak di atas tanah. "Bener-bener!" Gue mengerang lalu memilih untuk menunduk dan membopong dirinya. Entah kenapa gue merasa jika dia sudah tumbuh sangat pesat untuk seorang wyren. Fase kedua awakening dragon benar-benar luar biasa, bahakan gue nggak berpikir jika Silvana akan mencapai titik ini, titik di mana dirinya berada hampir dekat dengan sosok demon orge, atau bahkan lebih tinggi lagi? Benar-benar, gue yakin dia udah banyak berusaha untuk mencapai titik ini, walau pertemuan gue dan dirinya belun lama, tapi gue yakin. Sebelum terikat kontrak dengan gue, dia udah banyak berlatih, maka nggak heran kalo dia memiliki kekuatan yang luar biasa seperti ini. Tapi, tindakan ceroboh yang dia lakukan itu nggak bisa gue maafkan dengan mudah. Dengan menguras energi sihir di saat-saat terakhir sama sekali bukan pilihan yang bijak, dia hanya mencoba intim bunuh diri tanpa berpikir panjang lagi. Seolah dia hanya ingin bersenang-senang dengan hasrat yang dia miliki. Sudahlah, biarkan aja dia istirahat, mending gue bawa pulang dan kasih waktu buat dia untuk banyak istirahat dari pada terus berada di tempat. Toh apa yang gue cari udah gue dapatkan, walau sedikit melenceng, tapi setidaknya gue bisa mendapat banyak perkembangan tanpa bertarung sekalipun. Semua karena Silvana. Jadi biarkan dia istirahat untuk beberapa waktu. -----
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN