LaD - Yeti
Trang!
Prang!
Bugh!
Boom!
Sumpah, gue hanya bisa berdiri dengan mulut melongo dan tatapan tak percaya ketika melihat bagaimana Silvana dengan santainya menghindari tiap serangan yang diberikan oleh satu Yeti tadi.
"Hahaha, aku baru ingat betapa lemahnya kalian para Yeti penjaga!" Ucap silvana memprovokasi.
Dia berdiri dengan wajah santai di sana, senyum mengejek dan juga aura yang baru gue tahu kalau dia memiliki kekuatan yang benar-benar hebat.
Siapa yang menyangka, wyren yang pernah gue kalahkan dan gue tundukkan memiliki kekuatan yang benar-benar luar biasa, gila sih. Seolah dia adalah panglima tempur yang akan bisa gue gunakan dengan sangat mudah di kemudian hari.
Sekarang saja, gue tinggal duduk dsn menikmati apa yang disajikan di depan gue, menunggu dengan sabar hingga dia berhasil mengalahkan mereka dan memberikan sajian penuh nutrisi kepada gue.
Tanpa harus berusaha lebih, gue bisa meningkatkan kekuatan dalam diri gue dengan mudah. Yah itulah keuntungan lain karena gue memiliki dia. Nggak ada salahnya memang gue menjadikan kedua wyren itu sebagai peliharaan gue. Yang awalnya gue kira hanya akan menjadi peliharaan yang menjadi support untuk gue, malah menjadi prajurit kuat tanpa gue sangka sebelumnya.
Gue tersenyum puas sembari menunggu apa yang dilakukan oleh Silvana.
"Jangan menghinaku!" Teriak Yeti itu kuat, lalu dengan kemampuan tubuhnya dia menyerang Silvana, setiap pukulan dan gerakan yang terlihat asal itu bisa dihindari dengan sangat mudah oleh Silvana.
"Bravo! Teruskan dan kasih gue hiburan yang lebih menarik lagi!" Teriak gue penuh semangat.
Dan gue yakin, Silvana pasti mendengar ucapan gue dari posisi ini. Terlihat ketika bagaimana dia menambah kecepatan serangnya dan menghindari tiap serangan dari Yeti.
Pukulan demi pukulan dia lancarkan tiap kali menghindari serangan dari Yeti. Sungguh trik yang luar biasa. Gue malah nggak berpikir bisa melakukan hal itu.
Lalu setelahnya gue terkesiap ketika Silvana menggunakan skill yang benar-benar tak pernah Gus duga dia memilikinya.
Skill ruang dan waktu, di mana skill itu memungkinkan dirinya untuk mengurung lawan dan dirinya serta memberikan dampak penekanan kekuatan yang bisa menurunkan kekuatan lawan lima puluh persen banyaknya. Dan tentu saja itu adalah hal yang menguntungkan untum Silvana, dia jelas bisa menekan dan memberi serangan mutlak pada Yeti malang itu.
gue jadi mengingat kembali ketika gue pertama kali menggunakan fase ‘Acquire’ pada sang naga saat itu di dalam gua. Tepat saat gue akan melahap tanpa menghancurkan jiwa dari sang naga, saat itu gue hampir menghabiskan separuh energi sihir serta stamina yang sangat banyak di sana. Dan sekarang gue jadi tahu kenapa Silvana bisa terlihat biasa saja ketika menghadapi Yeti kuat itu.
Yang jadi masalah sampai sejauh mana Silvana bisa meniru kemampuan yang gue miliki? Dan sejauh mana dia bisa mengembangkan skill tersebut?
Dari sini gue bisa melihat bagaimana Yeti itu terlihat bingung dan berusaha untuk melihat sekitar. Berusaha untuk mengembalikan kekuatan milikinya yang sama sekali tidak mungkin.
Acqire adalah salah satu kemampuan yang memaksa dua orang di dalam satu wilayah buatan, dan itu membuat sang lawan sekuat baja pun tak akan berdaya di dalam sana. Jadi gue sudah yakin siapa yang akan menjadi pemenang dalam pertarungan ini
Bahkan jika sudah terjebak di dalam ruang dimensi itu seseorang tidak dapat berkomunikasi dengan siapa pun selain Silvana dan Yeti itu. Silvana melakukan itu jelas untuk memisahkan yeti dari waktu dan juga para yeti di sekitar kami.
Saat itu gue menggunakan skill ini hanya untuk melahap sang naga tanpa harus merusak jiwa dan membunuhnya, menyimpan jiwa itu dalam ruang kecil yang gue buat agar bisa melindungi jiwanya dari kehancuran.
Namun saat ini adalah salah satu saat di mana fase pertama Silvana menggunakan acqire dan bagi Yeti tidak akan ada gunanya dia memberontak atau memberi perlawanan. Tidak peduli berapa banyak sang Yeti bisa bereaksi terhadap tekanan yang ada. Gue yakin dia tidak bisa menghindarinya atau melarikan diri dari serangan Silvana setelahnya.
Dalam diam gue hanya melongo ketika dia bisa mengembangkan skill ruang dan waktu dengan begitu efisien dan benar-benar berguna untuk sebuah serangan dan kombinasi beberapa skill lainnya. Sedangkan gue, bahkan gue sendiri nggak berpikir untuk mengembangkan skill itu sampai sedemikian rupa.
Gue harus menyimpan ini baik-baik dan membuatnya jadi skill yang bisa gue kuasai untuk pertarungan nantinya.
Gue tersenyum lebar. Sepertinya benar-benar selesai.
Nggak ada pilihan lagi.
* FWOOOOM *
Benar saja, gue bisa merasakan kekuatan dan pergerakan Yeti tak lagi secepat sebelumnya, lalu dengan satu serangan cepat, gue melihat Silvana sudah mengakhiri pertarungan dengan satu Yeti dan memotong leher Yeti tingkat demon orge dengan begitu mudahnya.
Jika dia saja bisa sekuat itu, lalu bagaimana dengan kekuatan gue sendiri? Apakah gue juga memiliki kekuatan seperti itu?
Nggak nggak nggak, gue malah nggak yakin sama kekuatan gue sendiri. Mungkin karena pengalaman dan kemampuan fisik yang berbeda membuat Silvana bisa menggunakan kemampuannya dengan sangat mudah.
Lagi-lagi soal pengalaman, gue harus mengumpulkan banyak poin experience untuk melahap semua pengalaman agar gue jua bisa berkembang pesat seperti itu.
Semoga saja Silvana tidak merusak energi sihir yang ada di tubuh Yeti itu, karena gue sangat membutuhkannya.
----
Silvana.
Aku merasa menjadi seseorang yang baru setelah menerima darah murni dari tuan Erix, lalu kekuatan ini entah apa yang terjadi, setelah aku mendapatkan beberapa ingatan dan nama aku memiliki kekuatan yang begitu berbeda dari sebelumnya.
Di mana aku hanya seorang wyren yang bertugas menjaga gua dan daerah yang hanya boleh digunakan untuk keadaan tertentu. Sebagai makhluk keturunan naga, aku bertugas untuk menjaga keseimbangan di tempat ini.
Aku hanya berpikir jika keberadaan ku hanyalah untuk menjaga dan tetap netral pada satu perseteruan yang terjadi.
Tapi sekarang setelah aku lepas dari belenggu itu dan mendapat kontrak paksa yang tidak pernah aku harapkan sebelumnya, aku merasa menjadi seseorang yang sangat berbeda, lalu sekelebat bayang tentang sang naga agung terlintas di dalam kepala aku merasa jika tuan Erix adalah seseorang yang memiliki kekuatan dan kesadaran dari sang nada agung.
Dan hal itulah yang membuat aku menyadari keberadaan ku sekarang. Mungkin aku ditakdirkan untuk menjadi pengikut dan pelindung dari tuan Erix. Dan itulah yang aku pikirkan sekarang.
Lalu kekuatan ini mengalir begitu kuat di sela-sela pori-pori dalam diri, memberikan energi yang membuat tubuhku terasa hampir meledak.
Lalu, apalah Aldos juga mendapat kekuatan yang sama seperti diriku?
Aku merasakannya, setiap pori di tubuhku terbuka dan gelombang energi mengalir masuk dan keluar dari tubuhku. Terasa begitu bertenaga dan begitu kuat hingga aku memejamkan mataku sejenak. Aku mengambil kembali skill ruang dan waktu yang baru saja aku gunakan untuk membunuh Yeti sombong tadi.
Padahal dia hanyalah seorang Yeti penjaga tapi dengan sombong dia tidak mengenali siapa dirimu ini.
Udara di sekitarku terdistorsi dan tanah di bawah kakiku mulai retak. Kekuatan ini meluap dengan sangat hebat, membuat udara di sekitar berkumpul dalam satu titik dan menyelimuti tubuh dengan kekuatan yang sungguh luar biasa.
Aku menoleh, menatap jauh kebelakang di mana tuan Erix tengah duduk, bukan dia yang ku tatap, tapi pada sosok yang ada di belakang tuan Erix, sosok Lubis yang akan menyerang dengan diam.
Aku menatap tajam ke arahnya, lalu mengumpulkan energi sihir di telapak tanganku hingga membentuk sebuah anak panah.
Saat itu juga aku melesakkan anak panah itu dengan sangat cepat hingga melesat melewati wajah tuan Lubis dan mengenai kepala Yeti yang berusaha menerkam diam-diam.
"Dasar pengecut!" Desisku tajam, aku benci orang-orang bodoh yang hanya berani dari belakang dan berusaha untuk mencuri kekuatan dalam diam, mereka benar-benar penjaga yang tidak tahu malu.
"Apa yang lo lakukan Silvana! Lo hampir bunuh gue Sialan!" Pekik tuan Erix dengan logat yang dia miliki dan berhasil membuat gue mengerutkan kening.
Cara tuan Erix berbicara sangatlah berbeda dengan kami di mana dia miliki kosa kata yang baru pertama kali ini aku dengar.
"Maaf tuan, aku hanya berusaha melindungi mu!"
"Tapi nggak gitu caranya, Lo hampir buat gue jantungan astaga!"
Gue terkekeh, tuan memang aneh dan unik dengan cara berpikir yang dia miliki, tapi di sisi lain beliau adalah orang yang bisa ku percaya setelah mengetahui siapa sosoknya.
Sekarang satu-satunya yang aku inginkan hanyalah berubah menjadi hitam dan putih. Satu-satunya warna yang kulihat adalah dari banyak partikel energi sihir di atmosfer di sekitarku, semua berkilauan dengan elemen-elemen yang bersesuaian. Mungkin inilah yang aku dapatkan saat aku sudah menginjak dan mencapai tahap di mana aku mendekati sesosok naga.
Kekuatan tak terbatas dengan kemampuan yang luar bisa, aku tidak terlalu mengerti, tapi dengan apa yang aku lihat sekarang, aku jadi paham seberapa kuat tuan Erix yang memiliki kesadaran naga agung di dalam tubuhnya.
Dan itu sungguh sosok yang begitu luar biasa.
Aku bahkan Aldos sama sekali tidak menyangka jika kami bisa melayani sosok seperti dirinya, bahkan sampai mati sekalipun rasanya aku tidak masalah jika harus mengorbankan diri hanya untuk kebangkitan sang naga agung.
Melihat kekuatan itu kembali lahir dengan sangat cantik tentu akan sangat memukau dengan keindahan yang tak terbantahkan lagi.
Naga agung yang sama ini hilang dari peradaban kembali muncul, walau hanya segaris bayangan terlintas di dalam tubuh tuan Erix, tapi sosok itu jelas nyata adanya. Aku yakin itu.
Lalu perlahan aku merasakan Gelombang energi sihir yang mengamuk di sekelilingku tiba-tiba tertekan ke dalam tubuhku dan perasaan memegang kekuatan yang tak dapat diatasi menguasai diriku. Rasa superioritas atas segalanya, hidup atau tidak, di alam semesta ini hampir membuatku menjadi gila. Aku menekan keinginan untuk menghancurkan segala sesuatu dan semua orang di sekitarku hanya karena betapa tidak pentingnya mereka dibandingkan dengan aku sekarang.
Terlebih tubuh para Yeti ini sangat berguna untuk tuan Erix, beliau sudah berpesan dengan semua kepercayaan yang beliau miliki, aku harus bisa menekan semua perasaan ini, ledakan energi yang benar-benar luar biasa. Kekuatan mengalir di setiap sela pori dan denyut nadi yang terus berpacu dengan indah di seluruh tubuh.
Rasa hangat ini menjalar dengan sangat luar biasa, seolah membuatku akan gila hanya karena kekuatan yang terus tumbuh dan berkembang.
Aku yakin, semua ini tentu berkat tuan Erix yang memberiku kekuatan tanpa batas, membuatku berkembang hanya dengan ingatan yang aku dapat dan sedikit bayangan tentang pengalaman yang dimiliki tuan, keduanya seolah selaras dengan indahnya kekuatan yang ada di dalam tubuhku ini.
“Kuh!”
Energi sihir di atmosfer tampaknya tunduk pada sebuah kekuatan mutlak yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, bukan hanya mengitari tubuhku saja, tapi kekuatan dan energi sihir di seluruh tempat ini ikut mengalir dan mengelilingi tubuh tuan Erix. Seolah-olah alam pun berada di bawah perintah walau hanya dengan keberadaanya saja saat ini.
“Fase Dua. Dragon’s Awakening … Integrasikan."
Aku ingat bagaimana fase yang pernah didapatkan oleh ayah kami setelah mendapat berkat dari naga agung kala itu.
Sebuah energi sihir yang sangat besar berkumpul di dalam satu titik dan membentuk sebuah kekuatan yang benar-benar mutlak. Inilah energi alam, energi sihir yang meluap hingga membuat tubuh ini seolah tidak sanggup menampung segala kekuatan yang ada. Tanda yang sama dengan yang dimiliki oleh ayah dulu, dan sekarang, untuk kedua kakinya aku melihat tanda ini kembali muncul pada sosok tuan Erix, tanda kuning keemasan, mengalir di lengan dan punggungku. Aku melihat rambutku semakin panjang hingga ke pundak ku, dan warna rambutku yang dulu pirang sekarang menjadi putih bercahaya terang, serta tanduk pendek yang tadinya hanya terlihat seperti hiasan saja kini telah tumbuh dengan sangat pesat.
Bahkan sekarang aku bisa merasakan betapa kuatnya tanduk ini dengan segala energi yang terkumpul di dalamnya. Lalu pusaran energi terus-menerus menyelimuti ku serta ruan Erix yang terlihat masih berusaha untuk menampung segala kekuatan yang ada. Fase Integrasi sepertinya membuatku lebih mirip dengan sosok naga agung, buka lagi wyren yang rendahan dan seorang penjaga yang tidak berguna selama ini.
Aku berusaha menenangkan suara di dalam kepalaku yang ingin mengamuk, aku melihat sekeliling. Hanya ada sekumpulan Yeti yang datang dengan membawa senjata yang tersisa. Sedangkan tuan Erix masih berusaha tetap tenang di sana dengan tatapan yang terus saja tertuju kearah ku.
Dari tempat ku aku bisa melihat bagaimana luapan kekuatan dari tuan Erix yang begitu kental, dan baru ku sadari ketika kekuatan ini mulai mengalir. Aku dan tuan Erix ternyata saling terhubung satu sama lain, kekuatan dan pengalaman yang aku dapatkan akan terkumpul dan tersinkronisasi dengan sendirinya, begitu juga dengan tuan Erix.
Apakah ini berarti juga aku adalah salah satu orang terpercayanya?
Entahlah, yang harus kulakukan saat ini hanyalah menunjukkan kekuatanku dan melihat bagaimana hasil yang akan kuberikan nanti.