12. Inggris

1223 Kata
Hayden telah sampai di Inggris, dia menuju ke sebuah penginapan yang terletak tidak jauh dari kerajaan Inggris. Dia harus mencaritahu terlebih dahulu mengenai cara untuk masuk ke dalam kerajaan. Hayden mendapatkan sebuah informasi jika akan ada sebuah perjalanan berkeliling kerajaan, dengan pemandu wanita bernama Maggie. Hayden mendaftarkan namanya di sana, tentu dengan nama Cole Riddle. Berharap akan ada yang menyadari jika dia adalah pangeran Inggris yang sudah tiada. Saat ini, dia sedang duduk dan makan makanan yang ada di restoran. Tempatnya terlihat seperti ruangmakan kerajaan, karena memang letaknya berada di dekat Mansion milik kerajaan Inggris. Cole duduk di sana karena memiliki janji dengan Maggie. Sampai beberapa menit berlalu, dan akhirnya ada seorang wanita menyapa dirinya di sana. wanita itu terlihat sangat rapi dengan pakaian seperti wanita yang bekerja di kantor. Maggie duduk di depan Cole, dan mulai mengeluarkan beberapa kertas mengenai kerajaan. “Tuan, terima kasih karena telah ikut ke dalam program berkeliling kerajaan bersamaku. Apa ada yang bisa aku bantu?” “Ya, apa kau bisa membantuku untuk mencari nama-nama ini?” Hayden memberikan sebuah kertas berisi nama-nama orang yang dia cari di kerajaan. Termasuk nama orang tua dan dua adiknya. Tidak hanya itu, Cole juga mencari kekasihnya yang dulu pernah berjanji akan menunggu kedatangannya di Inggris. “Tu-tuan … apakah ini nama-nama orang dari kerajaan Inggris yang sudah lama tiada?” tanya Maggie. “Kau mengenali mereka?” tanya Cole. “Tuan bukankah dua nama ini adalah pemimpin di kerajaan puluhan tahun silam?” “Ya … dan apa kau tahu siapa nama belakangku?” “Ti-tidak.” “Aku Cole Riddle, pangeran dari kerajaan Inggris puluhan tahun lalu. Aku datang karena berharap ada yang masih mengenali aku di sini.” “Bu-bukankah … berita itu, ka-kau sudah tiada karena kecelakaan yang membuat jasadmu tidak ditemukan.” “Ya, dan aku seperti terlahir kembali di sini. Tubuh ini … pria ini mengalami kecelakaan, dan aku bangun secara tiba-tiba di tubuh ini.” Mendengar penjelasan Cole, Maggie merasa tidak percaya dengan ucapannya. “Tuan, nama ini … dia adalah Nenek-ku.” Deg … “Apa?” “Ya, nama belakangku juga Riddle, dan nama Ibuku adalah Palmer.” “Dimana dia sekarang?” “Sayang sekali … Nenek sudah tiada dua puluh tahun silam.” “Ti-tidak mungkin.” “Nenek pernah bercerita mengenai kekasihnya yang tiada karena kecelakaan, dan itu adalah dirimu, Tuan Cole.” “Benarkah? Dia mengatakan itu?” “Ya.” “Aku tinggal di penginapan ini, kau bisa menemui aku di sana? Aku ingin sekali melihat rumah terakhirnya.” “Tentu, aku akan mengantarkan dirimu ke sana.” “Terima kasih.” “Sebelum itu, karena sudah ada jadwal untuk melakukan tour berkeliling Mansion, apa kau masih ingin ikut?” “Ya, aku akan ikut.” “Baiklah. Aku akan membuat jadwal itu untuk besok. Kita akan bertemu di depan pintu masuk , jangan bergerak sebelum aku datang.” “Ya, baiklah.” Setelah itu, mereka berpisah, dan Cole memilih untuk berkeliling seorang diri di sekitar tempat itu. Dia melihat ada banyak sekali bangunan baru, dan tidak dikenalinya. Bahkan pada saat Cole masih hidup di sana, pintu masuk ke Mansion sangat besar dan tertutup rapat. “Hei! Apa yang kau lakukan di sana?” tanya seorang pria dengan pakaian seperti penjaga Mansion. “Maaf, sepertinya aku tersesat,” ujar Cole. “Baiklah, sekarang kau berbalik arah, dan pergi ke arah yang akan aku tunjukkan.” Akhirnya, Cole pergi dari sana dan memilih untuk kembali ke penginapan. Dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. mencoba untuk menenangkan pikiran setelah mendengar penjelasan dari Maggie. *** Pagi ini, Cole sedang menunggu kedatangan Maggie di depan pintu masuk Mansion. Dia sangat tidak sabar untuk melihat ke dalam sana. Setelah menunggu selama tiga puluh menit, akhirnya Maggie datang bersama beberapa orang lainnya yang ikut masuk ke dalam sana. “Maaf, apa kau sudah menunggu lama?” tanya Maggie. “Tidak.” “Baiklah, kita akan memulai tur ini. Bisakah kau bergabung dengan yang lain di sana? Aku akan memanggil satu persatu nama kalian agar tidak ada yang tertinggal.” Cole masuk ke dalam barisan, dan dia memilih berada di belakang. Setelah selesai mendengarkan penjelasan Maggie mengenai Mansion tua itu, kini mereka berjalan masuk ke dalam dan mulai tur itu. Maggie sangat mengenali area dalam mansion, sehingga dia bisa menjelaskan dengan sangat baik. Tidak hanya itu, Maggie ternyata pernah tinggal di dalam sana sebelum akhirnya kerajaan Inggris berganti penerus dan tidak lagi memperbolehkan orang lain untuk tinggal di dalam sana. Jalan untuk mengenang semua adalah dengan menjadi wanita yang mengantarkan para pengunjung dari manca Negara berkeliling Mansion. Cole melihat ada banyak sekali barang-barang di sana sudah diganti dengan yang baru. Bahkan foto pada masanya sudah tidak terpajang di dinding. Sepertinya foto-foto itu telah digantikan dengan generasi penerus. Cole terlihat sangat tertarik untuk masuk ke dalam kamar yang dulu adalah kamar miliknya sendiri. Cole terpisah dari barisan itu, dan Maggie tidak memperhatikan ketiadaan Cole di sana. Cole kini berada di dalam kamar miliknya, melihat-lihat ada banyak sekali barang yang masih ada pada tempatnya. Cole juga ingat jika ada sesuatu yang disembunyikannya di bawah meja rias. Dia pun menuju ke meja rias yang sudah berbeda, dan mencoba menyingkirkan kursi kecilnya untuk bisa melihat ke dalam sana. Benar saja, Cole menemukan benda yang dia simpan sejak dulu di sana. Sebuah cincin yang akan diberikan pada kekasihnya Palmer. Sayang, cincin itu tidak akan bisa terpasang di jari manis wanita itu. Cole menyimpan benda itu dan membawanya keluar dari kamar. Sialnya, seorang penjaga melihat Cole baru saja keluar dari sana dan menahannya ke ruangan lain. Cole dikunci di sana dan hanya bisa keluar jika ada yang bersaksi bahwa dia bukan penjahat. Biasanya, penjaga Mansion tidak akan peduli siapapun yang tertangkap di sana, mereka hanya akan mengurung orang itu sampai ada info lain yang menyatakan jika orang itu telah menghilang. Cole berteriak dan ingin dilepaskan. Tetapi tidak ada yang mau mendengarkan ucapan Cole. Dan tidak satupun penjaga yang menjaga di sana. Lelah karena tenaganya berkurang, Cole merasa lapar dan haus. Tidak ada yang datang untuk dirinya, tidak ada yang mengenal Cole di sana. Dia kini duduk dan menatap ke celah pintu. Gelap dan tidak ada penerangan yang layak di sana. “Hei! Aku lapar! Setidaknya berikan aku makanan!” teriak Cole. KRIET … “Diamlah! Dan makan ini!” ujar seorang pria. Cole mendapatkan makanan yang sangat tidak layak di sana. Tetapi karena lapar, dia akhrinya memakan makanan itu. Cole menghabiskannya untuk tenaga. Setelah itu, Cole harus bermalam di tempat lembab dan banyak kotoran tikus di sana. Aroma ruangan itu juga sangat tidak sedap, membuat pernapasan Cole sedikit terganggu. Meski sulit untuk memejamkan mata. Pada akhirnya dia bisa terlelap di sana. Keesokan harinya, ada makanan lagi yang datang. Dan Coel bertanya pada penjaga mengenai orang bernama Maggie. Cole merasa jika wanita itu pasti akan datang untuk mencari dirinya. Tetapi, sampai saat ini … Maggie tidak datang. “Hei orang asing! Meggie adalah kekasih kepala penjaga di sini! Jangan harap kau bisa keluar dengan bantuannya!” ujar seorang penjaga. Cole terduduk dan lemas. Sampai kapan dia akan berada di sana untuk bisa menemukan orang lain yang masih satu keluarga dengan dirinya. Selain Maggie, Cole masih belum bertemu dengan orang lain. Bahkan pertanyaannya masih sangat banyak mengenai kerajaan di masa dulu. “Kenapa aku sangat bodoh!” gumam Cole.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN