Bab 29

1683 Kata

Malika sebenarnya ingin menemani, tetapi entah mengapa dia harus menuruti permintaan Nazmi untuk istirahat. Malika memutuskan mundur dari ruang kerja Nazmi. Lagi pula pekerjaannya sudah selesai. Kakinya menapak keluar dan menuju ruang tamu. Tiba-tiba bel mereka berbunyi. Ting tong! Malika bergidik sedikit, mendengar suara bel malam-malam, menimbulkan rasa takut dalam dirinya. "Abang, itu siapa ya kira-kira?" tanya Malika panik. Nazmi yang baru saja selesai mengirim surel, langsung keluar dan menghampiri istrinya. Menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 10 malam. Sangat jarang tamu di atas jam 9 malam saat ini. Nazmi memintanya tetap di dalam rumah, biar dia saja yang melihat ke luar. Biasa pria itu bisa melihat pengunjung rumahnya dari alat pemantau, tapi sudah sebulan terakhir ala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN