Bab 31

1750 Kata

“Ya sudah, aku mandi dulu, nanti setelah itu baru bantu menyiapkan Abang untuk pergi ke rumah sakit.” “Mmh,” sahut Nazmi sedikit menggigil, lalu menarik selimutnya. Malika buru-buru menuju kamarnya, tetapi dia malah mendengar suara bel berbunyi. Malika coba melihat dari kamera pengawas di luar pagar. Beruntung keadaan kameranya sedang waras dan bisa terpantau. Biasanya error. “Ah, perempuan-gila itu lagi. Biar saja dia di luar, aku tidak mau melihatnya mengganggu suamiku dan hidupku. Biar dikata aku hanya istri bohongan, tetap saja ijab qabulnya beneran. Otomatis aku adalah istri sahnya dan dia hanya kekasih tanpa ikatan.” Malika mengabaikan suara bel itu dan bahkan menarik kabel bel dari sumbernya sementara waktu, nanti akan dipasang lagi olehnya setelah memastikan wanita itu pergi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN