BUNGKUS COKLAT

1910 Kata

Pengumuman boarding memancar dari pengeras suara, menggema hingga ke sudut ruang tunggu internasional. ”Flight TG940 to Jakarta is now boarding. Passengers in business class may proceed to gate B16.” Anne otomatis menoleh. Elisa berdiri tak jauh di depan gerbang, menarik kopernya perlahan. Gerakannya tenang, namun ada aura dingin dan sombong yang sulit dijelaskan. Rasanya seperti seseorang yang berusaha mempertahankan martabat di tengah kemelut yang hening namun membuyarkan kenyamanan. “Ternyata satu penerbangan,” gumam Ben. Anne mengangguk. “Iya, ironis banget ya. Harusnya tadi aku izinin kamu sok baik.” Ben terkekeh singkat. Tibalah giliran kedua; penumpang prioritas—lansia, ibu hamil dan yang membawa anak kecil. Seorang pramugari berseragam ungu lembut tersenyum sopan. “Mrs. Luc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN