TALI SEPATU

1962 Kata

“Duh, enak banget sih, Ben,” lirih Anne. Ben terkekeh renyah. “Aku kan rutin ngolah otot besar, baby. Jadi harus paham relaksasi otot juga, fisioterapi tipis-tipis kayak gini,” tanggapnya. “Padahal aku ngga ngerasa pegal lho.” “Biasanya ngga langsung terasa. Makanya aku pijit dulu, terus pasang koyo. Kamu tidur aja.” “Sopan banget ya aku... suami mijitin, aku malah tidur?” “Ya ngga apa-apa. Memang harusnya gimana? Namanya ibu hamil kan energi tubuhnya dipakai untuk nopang dua nyawa. Capek itu amat sangat wajar,” sahut Ben. “Beneran lho, aku jadi ngantuk, Ben.” “Tidurlah, sayang.” “Kamu jangan lama-lama nyusul tidur. Kaki kamu juga kasih koyo.” “Okay, baby.” Anne tertidur tak lama kemudian, napasnya tenang dan teratur. Ben masih duduk di tepi tempat tidur, memandangi wajah istriny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN